Way Kanan Genjot Produksi Lada

Ilustrasi. (Ist)

 

BLAMBANGANUMPU—Produksi lada di Waykanan sepanjang 2016 mengalami penurunan hingga 15 persen dibanding tahun sebelumnya. Pemerintah setempat tahun ini menargetkan bisa kembali menaikkan produksi lada sebagai salah satu komoditas andalan.

Kepala Dinas Perkebunan Waykanan Beni Aras memaparkan, luas lahan lada pada tahun 2016 mencapai 3,872 hektare dengan produksi sebanyak 413 ton.

“Produksi tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya mencapai 15 persen. Pada tahun ini, akan ditingkatkan terutama petani agar kembali mencintai, merawat, dan menamam lada kembali,” kata dia, Minggu (16/4).

Menurut Beni, bila tidak cepat ditanggulangi, bisa menjadi ancaman yang serius dan dikhawatirkan tanaman lada akan menghilang secara perlahan lantaran warga beralih pada tanaman lain. Padahal lada sudah menjadi komoditas khas dan andalan daerah.

“Hanya pada tahun 2010 dan 2011 yang mengalami hasil panen di atas 2.000 ton, sedangkan sisanya hanya di bawah 2.000 ton, dan pada tahun 2016 sebanyak 413 ton,” ujarnya.

Beni menuturkanm, pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi kepada seluruh petani lada agar tidak mati lahan pertaniannya. Ia berharap para petani terus meningkatkan produksi lada, minimal pada tahun ini naik menjadi angka 750 ton atau jangan sampai di bawah 500 ton.

Sebagai gambaran, dari 14 kecamatan, ada lima kecamatan yang tidak memiliki lahan perkebunan lada. Daerah yang tidak ada penghasilan, yaitu Negarabatin. Walaupun memiliki lahan pertanian, tidak memiliki hasil pertanian lada.

Di kecamatan Gununglabuhan, luas lahan perkebunan rakyat, khususnya lada, mencapai 1.550 hektare, ini dibagi menjadi tiga, yaitu belum menghasilkan (BM) 180 hektare, menghasilkan 145 hektare, dan tanaman rusak (TR) 500 hektare. Produktivitas setiap hektare mencapai 0,15 dikalikan dengan luas areal yang menghasilan 145 hektare.

Panen yang kurang dari 50 ton, yaitu Kecamatan Baradatu, 46 ton, Banjit 33 ton, Blambanganumpu 26 ton, Waytuba 9 ton, dan Negeri Agung 8 ton.(*)

Posting Terkait