Waykanan Genjot Populasi Ternak Lewat Program Upsus Siwab

Peternakan Rakyat

ist

BLAMBANGANUMPU–Pemerintah Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung  secara intensif meningkatkan populasi ternak ruminansia (hewan pemamah biak) besar di wilayah setempat untuk mendukung swasembada daging nasional. Strateginya melalui program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab).

Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya mengatakan, peningkatan program Upsus Siwab ini sangat diperlukan untuk meningkatkan swasembada daging, khususnya menjelang hari raya Idul Fitri. Program ini akan melibatkan petugas penyuluh peternakan, mantri kesehatan ternak dan para peternak di Kabupaten Waykanan.

Sebagai informasi, Upsus Siwab diwujudkan dengan melakukan inseminasi buatan atau kawin suntik terhadap ternak sapi dan kerbau. Sejak tahun 2017 lalu, target Insaminsasi Buatan (IB) kawin suntik mencapai 9.518 ekor, dan tahun 2018 ini dari Januari – Maret 2018 baru mencapai 1.858 ekor.

Sedangkan di tahun 2017 lalu yang berhasil melahirkan berjumlah 1.334 ekor dan tahun 2018 sampai dengan Maret 416 ekor. Sejak program tersebut digulirkan, dari target 8.752 ekor ternak ruminansia besar, ini melebihi target menjadi 9.500 ekor di tahun 2017 lalu.

“Tahun lalu melebihi target yang sudah ditentukan.  Berarti pada tahun 2018 ini akan kita naikkan lagi target Upsus Siwabnya,” kata dia.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perternakan Maulana Muhidan mengatakan, Upsus Siwab mencakup dua program utama, yaitu peningkatan populasi melalui inseminasi buatan (IB) dan intensifikasi kawin alam (Inka).

“Program peningkatan populasi adalah upaya pembuntingan masif sapi dan kerbau betina di dalam negeri,” jelasnya.

Maulana menjelaskan, dari 9.500 ekor di tahun 2018 ini, sudah dilakukan inseminasi buatan (IB) sebesar 30 – 35 persen dan ditargetkan selesai pada November 2018.

“Tahun 2018 ini target kita naikkan menjadi 10.500 ekor dan semoga target bisa diselesaikan,” kata dia.

Untuk contohnya, 100 ekor sapi yang dilakukan Insaminasi Buatan (IB) hanya 60 – 70 persen sapi yang berhasil benih sapi. Dari 14 Kecamatan di Kabupaten Waykanan, terdapat beberapa kecamatan yang menjadi lumbung sapi seperti Kecamatan Baradatu, Pakuan Ratu, Banjit, Negara Batin, dan Negeri besar. Sedangkan untuk Kecamatan Gunung Labuhan dari tahun 2017 dan 2018 memiliki populasi sapi lebih sedikit di bandingkan lainnya.

Program utama tersebut merupakan upaya penerapan sistem manjemen reproduksi yang baik yaitu, pemeriksaan status reproduksi dan gangrep (gangguan reproduksi), pelayanan IB, pemenuhan semen beku dan N2 Cair, pengendalian betina produktif, dan pemenuhan hijauan pakan ternak dan konsentrat.

Kegiatan ini terintegrasi menggunakan pendekatan peran aktif masyarakat dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya peternakan untuk mencapai kebuntingan 3 juta ekor dari 4 juta akseptor sapi/kerbau pada tahun 2018.

Mendukung pelaksanaan dan mendorong capaian Program Upsus Siwab, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian (Balitbangtan) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak), telah menentukan 5 lokasi percontohan (demfarm) untuk implementasi teknologi peternakan dan veteriner yang telah dihasilkan.(*)

1,398 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

ternak sapi waykanan Upsus Siwab Waykanan]

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan