Wiseman Coffee House: Lokasi Eks Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim Bahas Mahar Politik PKB

Wiseman Coffee House: Lokasi Eks Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim Bahas Mahar Politik PKB

Mantan Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim ini disebut sebagai aktor yang aktif melakukan pertemuan dengan Mustafa untuk membahas biaya yang harus dikucurkan Mustafa agar DPP PKB mendukung Mustafa dalam Pilgub Lampung 2018 silam. Mustafa akhirnya mengaku memberikan Rp 18 M sesuai dengan kesepakatannya dengan Chusnunia Chalim, Wasekjen DPP PKB. Mustafa dan Chusnunia bukan tidak kenal satu sama lain. Pada 2012 menurut Chusnunia, keduanya bertemu pada kegiatan DPC PKB Lampung Tengah, saat Chusnunia masih anggota DPR RI Dapil II dan Mustafa adalah Wakil Bupati Lampung Tengah. Foto: Ricardo Hutabarat

Fajar Sumatera – Dua orang saksi yang dihadirkan KPK dalam persidangan suap dan gratifikasi mantan Bupati Lampung Tengah mengaku tidak mengetahui tempat pertemuan pembahasan mahar politik PKB antara Mustafa dan mantan Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim alias Nunik.

Baca Juga:  Tersangka Ketiga di Kasus Korupsi PT Topcars Indonesia Ajukan Penangguhan

Menurut kedua saksi yang dulunya berstatus kader PKB bernama Midi Iswanto dan Khaidir Bujung –utusan Nunik seorang dengan jabatan Wasekjen DPP PKB itu, bahwa pertemuan tersebut berlangsung pada malam hari sampai pagi hari di salah satu kafe. Pertemuannya berlangsung sekira pukul 21.30 WIB sampai 01.00 WIB.

Yang diingat Khaidir, sebelum pertemuan tersebut berlangsung. Terlebih dulu Chusnunia Chalim bersama Midi Iswanto, Okta Rijaya dan dirinya berkumpul di kantor DPW PKB Lampung sekira pukul 20.00 WIB.

Khaidir yang bersaksi saat itu mengatakan bahwa malam Selasa adalah hari dimana mereka berkumpul di kantor DPW PKB Lampung.

Baca Juga:  Mustafa Didesak Umumkan Wakilnya

Seingat Khaidir Bujung, Nunik dengan bahasa Jawa sekira pukul 20.30 WIB di tengah pertemuan berempat tadi berkata, ”Sebenarnya, sakjane bahasa Jawanya itu. Malam ini saya juga mau bertemu sama Mustafa, kata Bu Nunik”.

“Jam setengah sepuluh malam beliau pergi. Katanya mau ada pertemuan dengan Mustafa. Yang saya enggak tahu dimana tempat pertemuan itu terjadi”.

Keterangan Khaidir Bujung ini juga sudah diungkapkan oleh Midi Iswanto. Midi pun mengaku tidak tahu dimana tempat pertemuan Mustafa dan Nunik berlangsung.

Reporter Fajar Sumatera sempat bertanya ke Midi Iswanto saat persidangan ditunda sementara. Midi tetap tidak tahu dimana lokasi pertemuannya.

Baca Juga:  Baru 23% Pemda Implementasi PAK di Sekolah

Chusnunia Chalim dalam kesaksiannya mengaku telah 5 kali bertemu dengan Mustafa. Pertama di rumah dinas, dan di salah satu kafe tempat mereka membahas keinginan Mustafa untuk bertemu dengan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar.

Pengacara Mustafa mengkonfirmasi perihal nama kafe yang jadi lokasi pertemuan tersebut. Pengacara menyebut Kafe Wiseman dengan pelafalan; wisman.

”Itu di kafe wisman ya?” tanya pengacara Mustafa, ”Saya tidak ingat tempatnya,” jawab Nunik.

Nyatanya, Kafe Wiseman adalah lokasi pertemuan Nunik dan Mustafa. Keterangan itu dilontarkan sendiri oleh Mustafa.

Mustafa dalam kesaksiannya mengatakan kepada Nunik, bahwa kesepakatan pemberian uang yang akhirnya senilai Rp 18 M itu adalah hasil kesepakatan keduanya ketika bertemu di Kafe Wiseman.

Penyebutan atas Kafe Wiseman tersebut sedianya adalah Wiseman Coffee House. Berlokasi di Jalan Way Rarem, Pahoman, Kecamatan Telukbetung Utara.

Lokasi Wiseman Coffee House ini terbilang tidak jauh dari kantor DPW PKB Lampung tempat pertemuan Nunik dan Khaidir Bujung hingga Midi Iswanto. Masih sama-sama di seputaran Pahoman.

Mengapa Nunik tiba-tiba lupa nama tempat tersebut, sementara Nunik dalam kesaksiannya di persidangan masih sangat ingat bagaimana pertemuan dirinya dengan Mustafa pertama kali di tahun 2012. Ada misteri apa di balik tempat itu?

Reporter: Ricardo Hutabarat

Chusnunia Chalim KPK Mustafa PN Tipikor Tanjungkarang Wiseman Coffee House

Posting Terkait