Yang Jadi Panglima TNI Harus Pernah Jabat Kepala Staf

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Foto/Isra Triansyah/SINDOnews

Munculnya polemik di media sosial tentang penggantian Panglima TNI menjadi perhatian masyarakat . DPR pun mendesak pemerintah untuk segera menunjuk calon pengganti Jenderal Gatot Nurmayanto yang tak lama lagi memasuki masa pensiun.

Menyikapi polemik tersebut, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, soal penggantian panglima TNI merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga:  Panglima TNI Berangkatkan Satgas Kesehatan ke Asmat

Karena itu, dia menyerahkan sepenuhnya sosok pengganti Panglima TNI kepada Presiden Jokowi.

“Presiden lebih tahu (sosok perwira tinggi TNI yang pantas jadi panglima TNI). Presiden kan perlu pembantu panglima TNI sesuai ancaman dan tantangan ke depan. Enggak ada yang lebih tahu dari Presiden. Toh Presiden yang akan menggunakan kok,” kata Gatot kepada wartawan seperti yang di lansir dari sindonews.com di Secapa AD, Hegarmanah, Kota Bandung, Rabu (29/11/2017).

Baca Juga:  Panglima TNI dan Kapolri Beri Pembekalan ke 724 Capaja

Berdasarkan Undang-Undang (UU) TNI, ujar Gatot, setiap panglima TNI, merupakan mantan kepala staf, baik Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).

“Saya pastikan, yang jadi panglima TNI itu pernah menjabat kepala staf angkatan. Itu amanat undang-undang,” ujar dia.

Menurut Gatot, pergantian panglima TNI, tidak akan mengganggu program kerja yang selama ini sudah dirancang. Sebab, para calon yang merupakan mantan kepala staf, sudah memiliki satu visi dan misi TNI.

Baca Juga:  Di Palangka Raya, Panglima TNI dan Kapolri Dapat Gelar Adat

“Visi misi itu bukan milik Gatot, tapi TNI. Itu tercatat semuanya,” tutur Gatot.

Seperti diketahui, Jenderal Gatot akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018. Jokowi akan mengajukam nama calon pengganti panglima TNI ke DPR untuk disahkan. (Net)

Panglima TNI

Posting Terkait