YBM BRI Fasilitasi Pesantren Beternak Ayam Petelur

ist

KALIANDA—Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) gencar mengembangkan program bantuan pengembangan Badan Usaha Milik Pondok Pesantren (BUMP) di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya, pengembangan usaha budidaya ayam petelur yang digulirkan di tiga Pondok Pesantren di Lampung.

Ketiganya yaitu Bahrul Ulum Lampung Selatan sejumlah 1.112 ekor ayam, Darussalam Terbanggi Besar Lampung Tengah 800 ekor dan AlFattah Tribakti Attaqwa Raman Utara Lampung Timur 500 ekor dengan total dana bantuan mencapai Rp226.170.000.

Ahmad Yusuf Penanggungjawab BUMP dalam rilisnya menjelaskan, pengembangan BUMP bertujuan menjadikan Pondok Pesantren sebuah Lembaga Pendidikan Islam yang mampu secara mandiri memenuhi kebutuhan operasional dan pengembangan pendidikan dan ekonominya melalui kegiatan usaha produktif.

Manfaat yang sangat besar dari  Pengembangan BUMP bididaya ayam petelur dirasakan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Lampung Selatan, saat ini dari total ayam yang dibudidayakan telah bertelur dan menghasilkan 1.000 butir talur atau mencapai 60 kg/hari.

“Telur langsung diambil oleh agen yang akan dipasarkan disekitar wilayah Lampung Selatan dan Bandar Lampung, dengan harga Rp24.000/kg,” tuturnya.

Pimpinan Ponpes Bahrul Ulum KH. Tubagus Muktafi Fachrudin menyampaikan terima kasih dan rasa syukur atas program yang digulirkan oleh YBM BRI di Ponpes nya sejak tahun 2017 lalu, semoga membawa keberkahan untuk semuanya.

Amir Mudaris Pelaksana Harian YBM BRI Kanwil Bandar Lampung menyampaikan, adanya program pengembangan BUMP ini bertujuan untuk mewujudkan adanya kemandirian Ponpes. Pondok Pesantren merupakan lembaga yang jarang tersentuh APBN dan merupakan warisan bangsa yang menjadi tulang punggung perjuangan bangsa dan merupakan benteng moral bangsa serta merupakan alternatif pendidikan bagi mustahik.

Tahun 2018 ini, YBM BRI memfokuskan pada program Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat yaitu bantuan berupa penambahan modal dan pendampingan usaha kelompok masyarakat tidak mampu sesuai dengan potensi usaha di masing masing wilayah yang ada.(*)

 

221 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan