YBM BRI Santuni Warga Kurang Mampu

YBM BRI Santuni Warga Kurang Mampu

Penyerahan paket pendidikan dan santunan oleh Supari selaku Dewan Pembina YBM BRI kepada warga tidak mampu di Kota Bandar Lampung, Selasa (12/6/2018). Foto: Ihan/Fajarsumatera.co.id

BANDAR LAMPUNG – YAYASAN Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) Kanwil Bandar Lampung memberikan paket bantuan pendidikan dan santunan kepada kaum dhuafa di Bandarlampung, Selasa (12/6).

Penyerahan bantuan sosial tersebut diberikan langsung oleh Dewan Pembina YBM BRI, Supari kepada anak anak warga tidak mampu.

Dalam sambutannya Supari mengatakan, Zakat adalah sebutan atau nama untuk bagian yang sudah ditentukan dari harta kekayaan seseorang yang diwajibkan Allah untuk dibagikan kepada para mustahik ( Yusuf al Qordowi, Fiqh Al Zakaah, jilid 1 hal.37-38)

Dalam pengertian yang lain “zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam (UU RI no.23 Tahun 2011, pasal 1 angka 2)

Zakat juga memiliki fungsi untuk mensucikan harta yang telah diperoleh. Alasannya, karena kita telah menunaikan hak orang lain pada sebagian harta yang kita miliki.

Baca Juga:  YBM BRI Bagikan 150 Kacamata dan Alquran

Dengan kata lain, harta yg telah diberikan zakatnya sudah menjadi hak penuh milik kita sehingga menjadi lebih berkah.

Selain harta yang berkah, zakat juga menjadikan jiwa seorang muslim menjadi lebih suci dan tentram. Tidak hanya itu, dengan berzakat, seorang muslim akan dicukupkan rezekinya oleh Allah. Sesuai dengan pengertian secara bahasa, zakat memang berarti ‘tumbuh’, ‘bersih’, dan ‘berkembang’.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. At-taubah:103)

“Hai Anak Adam, bersedekahlah, karena pasti akan dicukupkan (diberikan) nafkah (rezeki) atasmu.” (HR Bukhari Muslim)

Dan di atas itu semua, zakat menjadi suatu keharusan karena ia merupakan perintah Allah SWT. Bahkan, perintah membayarkan zakat bagi seorang muslim begitu penting sehingga terdapat 27 ayat dalam Al-Quran yang menyejajarkan zakat dengan perintah sholat. Salah satunya adalah:

”Dan  dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku.” (Q.S. Al-baqarah: 43)

Baca Juga:  YBM BRI Bantu Petani Sayur di Metro

Selain itu, dalam sebuah hadits Rasulullah juga menyatakan bahwa zakat merupakan salah satu amal sentral yang menjadi penopang agama Islam.

“Islam ditegakkan di atas lima perkara, yaitu mengesakan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan Haji.” (HR Bukhari Muslim)

Secara umum, para pakar zakat terbiasa membedakan dua macam jenis zakat:

  1. Zakat fitrah atau zakat jiwa ialah zakat yang wajib dikeluarkan oleh semua dan setiap muslim tanpa membedakan jenis kelamin, usia, pada setiap bulan Ramadhan, selambat lambatnya pada malam takbir hingga pelaksanaan shalat idul fitri, meskipun pembayaran nya bisa didahulukan beberapa hari sebelum nya.

Bentuk zakat fitrah adalah makanan pokok dalam hal ini beras untuk kebanyakan penduduk Indonesia yakni sebanyak 2,5 kg beras yang kita konsumsi, atau bisa dikonversi dengan (pembayaran) mata uang seharga 2,5 kg beras yang kita makan dalam keseharian.

  1. Zakat Maal.

Jenis jenisnya :

-. Barang logam, emas dan perak

-. Dari tumbuh tumbuhan, kurma

-. Biji bijian, gandum

-. Binatang ternak, unta, lembu, kerbau, kambing

Baca Juga:  YBM BRI Lampung Bantu Peternak Kambing Rambon

Zakat yang dikeluarkan berdasarkan objek nya :

  1. Hewan ternak: kambing/domba, nisab zakat 40-120 ekor, mengeluarkan zakat 1 ekor
  2. Sapi, kerbau: nisab zakat 30-39 ekor, mengeluarkan 1 ekor
  3. Pertanian: padi, nisab 5 wasaq = 653 kg, mengeluarkan 10% bila dialiri dengan tadah hujan, bila disirami irigasi maka 5%.
  4. Emas: 20 dinar=85 gram mengeluarkan 2,5% manakala sudah haul=1 tahun.
  5. Profesi, hadiah: setara dengan 85 gram emas, mengeluarkan 2,5%

Yang berhak menerima zakat sebagaimana dalam Al Quran surat At Taubah ayat 60. Ada 8 asnaf.

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk (1) orang-orang fakir, (2) orang-orang miskin, (3) amil zakat, (4) para mu’allaf yang dibujuk hatinya, (5) untuk (memerdekakan) budak, (6) orang-orang yang terlilit utang, (7) untuk jalan Allah dan (8) untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.

Fungsi atau hikmah zakat adalah sebagai penyempurnaan keislaman seseorang, karena zakat merupakan salah satu dari rukun islam yang lima.

Selain itu juga bahwa zakat menunjukkan benarnya iman seorang muzzaki (orang yang mengeluarkan zakat), dimana seseorang mengeluarkan zakat tidak lain karena patuh terhadap perintah Allah dan hanya mengharapkan ridho-NYA. (IH) 

YBM BRI

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan