Yuhu, Mantan Direktur RSUD Pringsewu Disebut Terima Uang Thank You

Bandar Lampung-Mantan direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu,  dokter Djohan Lius  disebut menerima sejumlah uang dari terdakwa korupsi proyek pembangunan gedung rawat inap kelas 3 dalam sidang yang digerlar Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang, Jumat (16/10).

Dua orang terdakwa korupsi proyek pembangunan gedung rawat inap kelas tiga RSUD pringsewu tahun anggaran 2012 , SR selaku pejabat pembuat komimen  dan MN selaku direktur PT Kademangan Nusantara,  disidangkan secara perdana di pengadilan negeri tanjung karang dengan agenda pembacaan dakwaan dari jaksa.

Keduanya, didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi  dengan cara bekerjasama membuat laporan fiktif. Terkait penyelesaian pekerjaan proyek pembangunan gedung  yang dilaksanakan oleh PT Kademangan Nusantara.  Untuk mencairkan pembayaran setelah pekerjaan selesai 100 persen  dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp.3.913.107.000.

Namun dalam kenyataannya,  sesuai dengan laporan dari kontraktor pengawas yang telah dilampirkan sebagai teguran sebanyak empat kali terhadap kedua terdakwa  pekerjaan tersebut baru terselesaikan sebanyak 98 persen  dengan temuan beberapa hasil pekerjaan yang tak sesuai dengan yang tertera di dalam kontrak.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh jaksa kali ini,  setelah pencairan diterima oleh terdakwa MN,  Ia pun memberikan sejumlah uang kepada terdakwa SR dan kepada Djohan Luis selaku direktur RSUD Pringsewu  sebagai tanda terimakasih atas bantuan penyelesaian pekerjaan.

Akibat ulah kedua terdakwa,  negara telah dirugikan sebesar Rp 700 juta lebih. Dan keduanya didakwa dengan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 juncto pasal 18 ayat 1 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan undang – undang nomor 20 tahun 2001 tahun 2001  tentang perubahan atas undang – undang nomor 31 tahun 1999  tentang pemberantasan tindak pidana korupsi  junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,  dengan ancaman pidana penjara paling lama selama 20 tahun  dan denda paling banyak sebanyak satu miliar rupiah.(Tinus)

Posting Terkait