13 BUMN Sepakat Bersinergi

13 BUMN menandatangani Mou dan kerja sama untuk sinergikan bisnis pada Kamis (17/5/2018) (Foto: Istimewa)

Jakarta – Sebanyak 13 BUMN menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan juga Perjanjian Kerjasama (PKS) dalam rangka mensinergikan masing-masing bisnis.

BUMN tersebut adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), PT Pelindo IV (Persero), Perum Jamkrindo dan PT Hotel Indonesia Natour (Persero).

Baca Juga:  Tol Lampung, Wujud BUMN Hadir Untuk Negeri

“Sinergi ini memang saya tekankan dari awal. Jadi waktu saya dilaporkan saya kaget dan senang. Ternyata semua sekarang kok sudah sinergi, betul-betul terbuka untuk bagaimana meningkatkan efisiensi. Sinergi ini pada akhir optimalisasi dari aset negara, dari modal negara,” kata Menteri BUMN RI Rini M Soemarno di Kementerian BUMN, Kamis (17/5/2018).

Rini mengingatkan, sudah tidak zaman BUMN itu memonopoli pasar. Saat ini BUMN dituntut untuk berkompetisi mengingat semakin berkembangnya industri. Oleh karena itu, dalam menghadapi kompetisi ini, jalan satu-satunya harus bersinergi.

Baca Juga:  Menteri BUMN Rombak Dewan Komisaris Bio Farma

Salah satu contoh PKS yang ditandatangani antara Semen Indonesia dan Semen Baturaja dengan BUMN Karya dalam hal penyediaan semen, produk turunan semen dan jasa lainnya. Dengan kerja sama ini, kedua perusahaan semen bisa langsung memasok kebutuhan di seluruh proyek BUMN karya.

Kerja sama pemasokan semen ini tidak hanya ke BUMN Karya, melainkan juga ke BUMN Pelabuhan dari mulai Pelindo I hingga Pelindo IV. Tidak hanya itu, Wijaya Karya dengan Pelindo II juga menandatangani PKS dalam hal pembangunan Pelabuhan Kijing di Pontianak.

Baca Juga:  Perwakilan BUMN Kunjungi Taman Kupu-Kupu Gita Persada

“Selama ini kita tidak bisa mengetahui dimana saja proyek BUMN di wilayah Sumatra jadi kami tidak bisa pasok. Dengan adanya PKS ini, semua akan terinfokan, sehingga kami bisa penuhi kebutuhan semennya,” tambah Dirut Semen Baturaja Rahmad Pribadi, seperti yang dilansir dari liputan6.com. (net/hp)

920 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

BUMN

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan