4,1 Juta Anak Indonesia Tidak Sekolah

Ilustrasi: Ist

BANGKA-Sebanyak 4,1 juta anak di Indonesia usia sekolah tidak bersekolah dengan berbagai alasan sosial. Hal itu dikatakan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, Rabu (5/4).

Program Perburuan Anak Putus Sekolah yang dijalankan Pemkab Bangka, Bangkabelitung, dinilai Khofifah bisa dicontoh kabupaten/kota atau provinsi lain di Indonesia. “Program ini patut menjadi contoh bagi daerah lainnya di Indonesia karena memang program itu selaras dengan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata dia.

Ia mengatakan, format Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan anak usia sekolah adalah anak yang berusia enam sampai 21 tahun. Pada usia itulah pemerintah melalui Kementerian untuk mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebagai bentuk membantu memeratakan pendidikan.

 
“Program Bunatuslah yang diilustrasikan Pemkab Bangka merupakan bentuk upaya penjangkauan bagi anak-anak yang tidak terregistrasi di lembaga sekolah untuk kembali ke sekolah,” tegas Khofifah.

Diakuinya kartu ini tidak semuanya terserap karena tidak dilakukan perburuan seperti di Kabupaten Bangka, dan program ini boleh dilakukan oleh orang. “Program ini akan saya sampaikan ke menteri terkait agar dapat diaplikasikan ke daerah-daerah lain di Indonesia. Saya juga berharap dengan program Bunatuslah dapat membantu pemerataan kualitas sumber daya manusia,” imbuhnya.

Ia minta program Bunaktuslah ini diikuti dengan program akses kelahiran karena khawatir anak yang putus sekolah tidak punya akta kelahiran. “Setelah diburu, mereka kemudian diajak masuk sekolah. Pada saat yang sama saya mohon akte kelahirannya bisa dipenuhi. Anak-anak yang luar biasa seperti ini sangat mungkin setelah mereka ambil pada kejar paket C dia bisa saja kuliah diberbagai perguruan tinggi terkenal, tidak saja di dalam negeri tetapi juga di luar negeri,” pungkas Mensos. (AN/LP)

Anak Indonesia Putus sekolah

Posting Terkait