6 Orang Tewas Akibat DBD di Lamteng, Pemkab Belum Tetapkan KLB

Foto: Ilustrasi

BANDARLAMPUNG – Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat 10 orang tewas akibat Demam Berdarah Degue (DBD) selama Januari-Februari 2020.

Kabid Promkes Dinkes Lampung, Media Lisna memerinci angka kematian tertinggi ada di Lampung Tengah dengan jumlah 3 kematian pada Januari dan 2 kematian pada Februari. Kemudian terdapat 2 kasus kematian juga di Lampung Timur pada Februari.

“Sedangkan Metro dan Pringsewu masing 1 kasus di Januari serta 1 kematian Lampung Utara di Februari,” ungkap Lisna, Rabu (11/3).

Baca Juga:  Dinkes Pesawaran Antisipasi DBD

Secara keseluruhan kasus DBD di Lampung mencapai 1.408 kasus.

Dikutip dari salah satu media online, Dinas Kesehatan Lampung Tengah , mencatat selama dua bulan terakhir pada tahun 2020 ini ada sebanyak 6 orang meninggal dunia dan 402 orang dirawat di rumah sakit akibat terserang DBD.

Meski jumlah warga yang terserang DBD banyak, namun Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah belum menaikkan status menjadi Kejadian Luar Biasa atau KLB.

Baca Juga:  Ketua DPRD Lampung Sosialisasi Bahaya Narkoba di Lampung Tengah

Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lampung Tengah Bambang Setyawan, status KLB untuk Lampung Tengah belum perlu dilakukan karena jumlah kasusnya belum banyak. Status KLB hanya diterapkan di tingkat kecamatan.

“Status KLB itu, sudah kita lihat datanya, KLB kecamatan. Karena belum dari 28 kecamatan itu, angka kejadiannya belum signifikan. Kita akan naikkan statusnya kalau nantinya sudah menyeluruh, KLB,” katanya.

Baca Juga:  Puskesmas Gedong Air Siagakan Kader Kelurahan Cegah DBD

Berdasarkan Permenkes Nomor 1501 tahun 2010, suatu wilayah dinyatakan KLB jika terjadi peningkatan jumlah pesakitan sebanyak 2 kali lipat dari periode sebelumnya. Selain itu KLB dinyatakan jika angka kematian naik 50 persen atau lebih dari periode sebelumnya.(*)

DBD Dinas Kesehatan Lampung Tengah

Posting Terkait