ABK Tewas Dalam Freezer Dimakamkan di Pesibar

Pesisir Barat – Suasana haru menyelimuti keluarga Hasan Afriadi, Anak Buah Kapal (ABK) yang ditemukan meninggal di dalam freezer kapal Lu Huang Yuan Yu 118 berbendera China, 20 juni lalu oleh tim patroli laut yang terdiri dari TNI AU dan DIRPOLAIR di perairan Kepulauan Riau (Kepri)

Isak tangis keluarga tak terbendung saat jenazah tiba di rumah duka di Pekon (Desa) Rawas, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Pada 17 Juli 2020 Pukul 19.30 WIB. Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) ABK atas nama Hasan Apriadi (HA), Nomor Paspor C5431589, sebelumnya tiba di Cargo Bandara Raden Inten 2 Lampung dari Batam dengan menggunakan pesawat Lion Air JT173 sekira Pukul 14.00 WIB.

Ibunda Almarhum sempat pingsan berulang kali karena tak kuasa menahan kesedihan yang amat mendalam, mendapati anak kesayangannya yang pergi berpamitan kerja, pulang dalam keadaan tak bernyawa.

Sampai saat ini kematian Hasan Afriadi masih belum jelas karna hasil otopsi belum diketahui, pihak keluarga menerima bila kematian saudara tercintanya ini dikarenakan suatu penyakit. Namun, jika ada indikasi lain yang menyebabkan yadi meninggal, keluarga meminta pihak kepolisian mengusut tuntas.

“Jadi kalau memang anak kami ini meninggal karna wajar dalam artian sakit, kami menerima. Tapi kalau memang ada indikasi lain, seperti apa yang di sampaikan BP2MI hasil otopsi belum bisa di baca sampai jenazah sampai ke kami. Kami selaku pihak keluarga meminta kepada pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas,” Ungkap Hamdan Keluarga Hasan Afriadi.

Jenazah di Sholatkan terlebih dahulu sebelum di antar menuju tempat pemakaman terakhir. Ibunda Almarhum tak henti-hentinya meteskan air mata saat mengiringi pemakaman anak tercintanya.

Tak sedikit warga yang ikut mengiringi pemakaman Almarhum. Almarhum yang merupakan anak pertama dari lima bersaudara ini semasa hidupnya dikenal memiliki pribadi yang baik dan santun.

Kepala UPT BP2MI Provinsi Lampung, Ahmad Salabi, beserta Pemerintah Daerah Setempat dan Stakeholder terkait, turut serta menerima dan menyerahterimakan jenazah kepada keluarga.

Kepala UPT BP2MI Provinsi Lampung Ahmad Salabi mengatakan hasil Otopsi masih berada di Laboratorium Forensik Polda Kepri, dan sampai saat ini Polda Kepri masih memproses kasus ini. Untuk dugaan bahwa Almarhum ini di bunuh, bukan ranah kami untuk menyampaikannya.

“Pihak Polda Kepri sampai hari ini masih memproses kasus ini, dan pihak dari kapal tersebut sudah di amankan oleh pihak Polda. Jadi, kalau dugaan itu bukan kewenangan kami karna sampai hari ini pun hasil otopsi tersebut masih di pihak laboratorium. Kalaupun hasil tersebut ada, bukan kewenangan kami untuk menyampaikan informasi. Yang berhak menyampaikan paling tidak dari pihak Kepolisian atau pihak Forensik,” Terang nya.

Sementara itu, Bupati Pesisir Barat menegaskan proses hukum sudah di serahkan ke Polda, apabila terindikasi pembunuhan harus di pidanakan.

“Proses hukum sudah diserahkan Ke Polda Kepri. Bukan indikasi Pidana tapi Pidana, apa saja alasannya kalau menghilangkan nyawa orang lain baik lalai maupun sengaja itu pasti di Pidana,” Tegasnya.(Fery).

Posting Terkait