Ada Pungli di SDN 01 Sidomakmur Tulangbawang

Ada Pungli di SDN 01 Sidomakmur Tulangbawang

Ilsutrasi. (Net)

TULANGBAWANG – SEJUMLAH wali murid SDN 01 Sidomakmur, Kecamatan Penawartama, Kabupaten Tulangbawang (Tuba) mengaku keberatan dengan adanya Pungutan Liar (Pungli) pembuatan pagar sekolah yang dibandrol sebesar Rp150.000 per siswa oleh pihak sekolah.

Mirisnya, kepala sekolah berdalih jika pungutan biaya pembuatan pagar sekolah dilakukan oleh pihaknya disebabkan Pemerintah Kabupaten Tuba atau Dinas Pendidikan setempat tidak pernah memperhatikan atau memberikan bantuan terhadap sekolahnya.

Kepala SDN 01 Sidomakmur Sukamto membenarkan jika pihaknya bersama komite sekolah menarik sejumlah uang terhadap para siswa yang akan dipergunakan untuk pembuatan pagar sekolah.

Menurut Sukamto, hal tersebut terpaksa dilakukan oleh pihaknya lantaran sekolahnya sama sekali tidak pernah diberikan bantuan apapun khususnya bantuan pembangunan sekolah oleh Pemkab Tuba dalam hal ini Disdikbud setempat.

Baca Juga:  GANN Perangi Narkoba Tubaba

“Selama ini tidak pernah ada bantuan pembangunan pagar sekolah baik dari Pemkab Tuba ataupun Dinas Pendidikan, jadi terpaksa saya minta kepada wali siswa. Tetapi saya tidak mewajibkan harus Rp 150 ribu, berapapun nilainya kami terima, karena itu adalah sumbangan. Tidak ada soalkan siapapun yang mau nyumbang monggo, PT BNIL saja pernah bantu sekolah kami,” kata Sukamto, Minggu (18/2/2018).

Sukamto menjelaskan jika permintaan sumbangan kepada wali siswa yang dilakukan oleh pihaknya merupakan inisiatif komite sekolah yang ingin membangun pagar keliling sekolah.

Bahkan, lanjut Sukamto, sampai saat ini dirinya sama sekali tidak mengetahui jumlah kisaran kebutuhan anggaran pagar atau uang sumbangan yang terkumpul oleh pihak komite.

Baca Juga:  Handoyo Gelar Apel Perpisahan

“Yang jelas, ini bukan pungli tapi sumbangan dari 180 siswa-siswi, tidak semuanya nyumbang, ini resmi ada berita acaranya dan ini kami lakukan karena Pemkab tidak ada perhatian, padahal pagar sekolah untuk keamanan siswa,” katanya.

“Percuma pemerintah gembar-gembor mengalokasikan APBD besar untuk pendidikan nyatanya sekolah kami tidak tersentuh, coba jika sekolah kami ini dibantu pasti kami tidak akan minta ke wali siswa,” kilahnya.

Namun, apapun alasannya pungli tetap saja melanggar ketentuan, walaupun dikemas dalam bentuk sumbangan.

Bagi siswa-siswi yang ekonominya pas-pasan, sumbangan pagar sekolah tersebut bernilai sangat besar sehingga dipastikan membebani para orang tua masing-masing siswa/i.

Menurut GS siswa kelas VI, mengatakan jika sampai saat ini dirinya belum bisa menyetorkan uang sumbangan wajib yang dimintai oleh pihak sekolah terhadap dirinya dan seluruh siswa.

Baca Juga:  Umar Ahmad Bupati Visioner

Sebab menurut GS, bagi keluarganya yang hidup di garis kemiskinan, sumbangan tersebut dipastikan membebani karena uang sebesar Rp150 ribu bernilai sangat besar.

“Bagi kami, uang itu sangat besar, bapak harus kerja tiga hari cabut singkong baru terkumpul, pihak sekolah nagih terus menerus. Sampai sekarang saya belum bayar, sudah minta ke rumah tapi kata orang tua saya, sabar saat ini belum ada uang ,” ujar GS.

Saat Fajarsumatera.co.id, ingin mengonfirmasi prihal adanya pungli di salah satu SDN 01 Sidomakmur, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Tuba, Untung Widodo, tidak dapat dihubungi. (MR)

Pungli Sekolah SDN 01 Sidomakmur Tulangbawang

Posting Terkait