Alumnus SDN 2 Palapa Ogah Direlokasi

SDN 2 Palapa Kota Bandarlampung

SDN 2 Palapa Kota Bandarlampung

BANDARLAMPUNG,FS – Sejumlah alumni SDN (Sekolah Dasar Negeri) 2 Palapa, yang berlokasi di jalan Jend Ahmad Yani, Tanjungkarang Pusat, keberatan atas wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, yang merelokasi lahan untuk meraih Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2017.

“Kami angkatan tahun 1992 merasa keberatan dengan rencana Pemkot Bandarlampung itu,” kata Harmoko, salah satu alumni SDN 2 Palapa, via ponselnya, Minggu (16/4).

Menurutnya, SDN 2 Palapa merupakan salah satu sekolah favorit di Bandarlampung. Dikawatirkan, jika lahan itu di relokasi maka bisa mengurangi salah satu citra sekolah terbaik di Kota Tapis Berseri.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Mediasi SDN 2 Palapa

“Banyak orang tua berlomba-lomba untuk menyekolahkan anaknya disana, karena selain bagus, lokasinya juga strategis,” ujarnya.

Oleh karena itu, jika pemkot Bandarlampung bersikeras akan merelokasi lahan itu, sambung dia, alumni SDN 2 Palapa akan menjaga sekolah itu agar pemkot dapat membatalkan wacana tersebut.

“Jangan karena mengincar PAD, pemkot bisa dengan mudah menggusur lahan yang biasa diperuntukan untuk mengenyam pendidikan,” ungkapnya.

Sikap serupajuga disampaikan oleh alumni SDN 2 Palapa lainnya Darma. Dia menilai, pemkot seperti ingin mencari perhatian atas usaha-usaha pembangunan yang saat ini diwacanakan.

Menurut Darma, pembangunan di Bandarlampung seperti tidak melihat tata letak topografi, baik itu dampak lingkungan seperti banjir hingga lain sebagainya.

Baca Juga:  Demo DPRD, Wali Murid Tolak Relokasi SDN 2 Palapa

“Coba lihat sekarang, dampak hotel yang ada di jalan protokol, seperti jalan kartini, setiap hujan pasti banjir. Dan semakin hari air semakin tinggi. Kenapa tidak coba bangun hotel dipinggiran kota, jangan mengorbankan sekolah,” tegasnya.

Oleh karena itu, pihaknya selaku salah satu alumni memohon agar pemkot menghentikan niatan untuk menggusur SDN 2 Palapa. “Banyak alumni SDN 2 Palapa yang menolak ini. Kedepan kami akan coba mengumpulkan seribu tanda tangan guna petisi ke pemkot,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pemkot Rusak Psikologis Siswa SDN 2 Palapa

Selain daripada itu, salah satu almuni yang lain dan saat ini bekerja di Kementerian Keuangan Jakarta, Yusuf Ahmad, mengaku kecewa jika SDN 2 Palapa menjadi korban gusuran.

“Sudah-sudahlah, jangan seperti Jakarta main gusur dengan pakai bahasa halus relokasi. Jika ingin membangun, tuntaskan saja kemiskinan terutama masyarakat di pesisir pantai. Mbo yah di pikir-pikir dahulu sebelum berbuat,” ucap Yusuf.

Lanjut Yusuf, pihaknya beserta seluruh elemen alumni juga mengaku siap menjaga SDN 2 Palapa dari korban gusuran. “Tenaga dan dana saya siap. Dan saya meyakini, banyak wali murid yang menolak hal ini,” tandasnya.(ZN/TM)

SDN 2 Palapa

Posting Terkait