Apes, Hadirkan Saksi Ahli Justru Memberatkan Terdakwa

Bandar Lampung – Ahli Hukum Agraria Universitas Lampung yang dihadirkan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang atas terdakwa Purwanto dalam perkara jual beli tanah terkesan memberatkan. Selasa (13/03)

Pasalnya, dalam keterangan Sumarja dalam persidangan menyebutkan jual beli tanah tersebut tidak dihadapan dengan notaris pada saat itu.

Hal itu terungkap dalam persidangan, saksi yang seharusnya meringankan terdakwa justru berbalik memberatkan terdakwa dalam perkara itu.

“Saat jual beli seharusnya kedua pihak harus dihadirkan di depan notaris,Jika tidak itu dikatakan jual beli di bawah tangan,” kata Sumarja kepada majelis hakim

Untuk itu, jual beli di bawah tangan tersebut tidak di benarkan oleh pemerintah. Namun bukan berarti jual beli keduanya tidak sah.

“Saya tidak bisa katakan bahwa tidak sah, tapi yang jelas hal itu tidak dibolehkan oleh pemerintah,” katanya

Kemudian, terdakwa di tuntut delapan bulan penjara pasal 266 ayat 1 dan juncto pasal 55 ayat 1 atas perkara jual beli tanah dan dilakukan penahanan rumah oleh jaksa.

“Penahanan rumah merupakan pertimbangan lantaran terdakwa sakit-sakitan,”jelasnya

Sebelumnya, selama dalam penyidikan terdakwa tidak dilakukan penahanan sama sekali. “Karena pertimbangan kita dia sakit, makanya kita jadikan tahanan rumah. Nanti juga kalau sudah putus akan di tahan,” pungkasnya

Reporter Agung Kurniawan

Posting Terkait