APJI dan Kulinerku Lampung Akan Bagikan 5000 Mie Sruit di LKF 2019

Foto: Ist

BANDARLAMPUNG  – Untuk memeriahkan even Lampung Krakatau Festival (LKF), dua komunitas kuliner Lampung bakal memasak mie sruit untuk 5000 porsi dan dibagikan kepada pengunjung secara gratis di lapangan Saburai Bendarlampung, besok

Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) Lampung, Yunnatan Wijaya mengatakan,  untuk kemeriahan LKF, APJI dan Kulinerku Lampung bakal memasak 5000 porsi mie sruit. Makanan khas Lampung, nantinya makanan ini akan dibagikan kepada masyarakat.

“Diacara pembukaan LKF, 24 Agustus, kita akan memasak 5000 porsi mie sruit. Menu ini adalah modifikasi dari makanan khas Lampung. Mie sebagai pengganti nasi,” kata Yunna, senin (19/8/2019).

Tidak hanya memasak 5000 porsi mie sruit, APJI juga bakal mengadakan kelas khusus memasak (cooking class) untuk seluruh masyarakat Lampung. Selain itu, ada juga lomba menghias cup cake untuk anak usia 3-6 tahun.

“Untuk kelas memasak dimulai pukul 9 WIB di lapangan Saburai. Kemudian jam sebelasnya dilanjutkan lomba menghias cup cake dengan kuota 200 anak. Jadi silakan datang dan ikuti semua kegiatan yang digelar oleh APJI dan Kulinerku Lampung,” kata dia.

Tidak hanya 5000 lima ribu mie sruit yang bakal dibagikan oleh APJI dan Kulinerku Lampung, nantinya mereka juga akan membagikan 1000 cup cake untuk masyarakat.

“Pembagian cup cake akan dilakukan besok, Selasa (20/8/2019) di lapangan Saburai yang akan dihadiri Ketua PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal.

“Jadi mari kita meriahkan event tahunan LKF ini, selain bisa belihat penampilan bergagai macam budaya yang ada di Lampung. Pengunjung juga bakal kenyang karena banyak makanan yang kita bagikan secara gratis,” ajak dia.

Sementara itu, LKF merupakan salah satu perhelatan kebudayaan unggulan dari Provinsi Lampung. Festival yang rutin diadakan setiap tahun ini merupakan parade kebudayaan yang mengangkat kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki Lampung. Selain itu, perhelatan ini juga menjadi ajang promosi potensi pariwisata yang dimiliki setiap kabupaten dan kota yang ada di Lampung.

Festival yang diramaikan dengan karnaval, atraksi seni tradisional, pameran, dan berbagai lomba ini mulai diadakan sejak tahun 1990. Dalam perjalanannya, terdapat banyak variasi yang dilakukan. Karenanya, dari tahun ke tahun, terdapat perbedaan pada konten acara yang ditampilkan. Bagian acara yang selalu mendapat perhatian besar adalah karnaval karena melibatkan partisipasi dari semua lapisan masyarakat.(*)

Posting Terkait