Bawaslu Masih Selidiki Kasus Herman HN

Ketua Bawaslu Tifatul Khoiriyah sedang menjelaskan sejumlah kasus dipilkada

Bandarlampung-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung memaparkan sejumlah kasus di pilkada, petang tadi, di Hotel Bukit Randu. Salah satunya membahas dugaan pelanggaran atas kasus Herman HN yang mengumpulkan lurah di rumahnya di kawasan Korpri.

Ketua Bawaslu Lampung Tifatul Khiriyah menjelaskan hingga kini pihaknya masih menelusuri kasus dugaan tersebut. “Kasusnya mash kami telusuri,” katanya dalam silaturahmi bertajuk Pemantapan Iklim Pengawasan Pilkada Serentaj pada 2018 dan 2019, di Hotel Bukit Randu, tadi sore.

Dia juga menjelaskan pihaknya juga akan mememanggil sejumlah lourah yang untuk diminta klarifikasinya dalam kasus tersebut.  “Kami tahu dari laporan masyarakat, jadi kasusnya masih kami telusuri,” katanya.

Baca Juga:  Berikut Hasil Seleksi Administrasi Calon Anggota Bawaslu

Selain itu, Bawaslu juga memaparkan sejumlah kasus yang masih dalam proses penyelidikan. Di antaranya kasus Hanan A Rozak yang mengumpulkan kepala kampung. Kemudian, kasus pengumpulan sejumlah kepala kampung di Balong Kuring Pringsewu. “Terakhir kasus pencopotan oleh seorang yang diperintahkan oleh kepala desa,” katanya/

Menurutnya, kasus pencopotan alat peraga kampanye oleh warga di Tanggamus atas operintah lurah sudah masuk ke persidangan. “Saya tadi siang,berkunjung ke sidangnya,” katanya.

Dia menilai, kasihan melihat kepala desa yang terpidana dalam kasus tersebut. “Sedangkan calon yang dibelanya belum tentyu membalanya,” katanya.

Baca Juga:  Marak Politik Uang, Kinerja Bawaslu Lampung Dievaluasi

Dalam kegiatan tersebut, juga jajaran stakeholder yang berada Bumi Ruwa Jurai memiliki komitmen dan semangat untuk menjaga kondusifitas, keamanan dalam pengawasan pemilihan kepala daerah (Pilkada) gubernur dan wakil gubernur Lampung pad 27 Juni 2018.

Komandan Korem ( Danrem) 043/Garuda Hitam Kolonel Kavaleri Erwin Djatmiko mengatakan pihaknya sebagai petugas bantuan satuan pengamanan khususnya saat kampanye siap menjaga kondusifitas Pilkada. Ia juga menjamin sampai saat ini tahapan Pilkada aman dan tidak ada kendala. Kuncinya sinergiritas dari semua stackholder yang ada.

“Sinergiritas terus dijaga, Pilkada ini juga akan berpengaruh terhadap persiapan Pileg dan Pilpres. Satuan kami memiliki keyakinan bahwa pelaksanaan Pilkada, Pileg dan Pilpres akan berjalan aman,” katanya.

Baca Juga:  Barlian Mansyur Tak Muncul Di Pansus Politik Uang

Wakapolda Lampung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol mengatakan bahwa jajarannya terus melakukan kerja-kerja untuk pengamanan dan ketertipan disetiap tahapan Pilkada. “Semua laporan yang masuk kepada kita usut. Segala indikasi-indikasi pelanggaran kita sinergikan,” katanya.

Kejati Lampung, Susilo Yustinis mengatakan waktu penanganan pidana dipihaknya sangat singkat yakni penyidikan 3 hari. Maka dari itu pihaknya berharap kepada laporan yang masuk harus memiliki saksi dan barang bukti yang kuat. Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi-informasi yang ada.

1,564 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan