BBPOM Bandar Lampung Minta Supermarket Tidak Jual Bebas Dextromethorphan

Mabuk Komix

Ilustrasi.

BANDAR LAMPUNG – Sikap tegas ditunjukkan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Bandar Lampung (Balam) atas supermarket atau waralaba yang masih menjual obat-obatan yang mengandung atau lebih dikenal obat warung.

Hal ini menindaklanjuti adanya penyalahgunaan obat batuk merk Komix yang belakangan digunakan untuk ngefly anak muda.

Dextromethorphan, salah satu kandungan yang ada di obat batuk cair Komix sering disalahgunakan. Obat-obatan ini memiliki sifat penenang jika dikonsumsi dalam dosis yang tinggi,” kata Kepala BBPOM Balam, Syamsuliani, Minggu (10/11/2017).

Baca Juga:  Ahok Bisa Bebas Pertengahan Tahun Depan

Dirinya menjelaskan, BBPOM mulai melakukan pengawasan secara ketat mulai dari pabrik agar tidak mendistribusikannya ke warung kecil. Sebab, obat-obatan ini kerap dibeli bebas.

“Makanya kita minta supermarket seperti Hypermart untuk segera mengurus izin penjualan obat ke Dinas Kesehatan Kota Balam. Kalau yang masuk ke kita, Chandra Departement Store, waralaba Alfamart, dan Indomaret sudah mengurus izinnya,” papar Syamsuliani.

Baca Juga:  Sertijab Kapolres Pesawaran, Bupati Dendi Apresiasi AKBP M Syarhan

Namun, BBPOM tetap memberikan aturan kepada supermarket dan waralaba yang menjual obat-obatan ini. “Penjualannya juga diatur. Pembelian tidak boleh lebih dari dua puluh bungkus,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balam, Edwin Rusli, mengungkapkan dalam penggunaan secara tepat obat yang mengandung dextromethorphan tidak masalah.

“Seperti Komix tidak masalah asalkan tepat penggunaanya, yang masalah jika ada jualan dextromethorphan tunggal, yang dosisnya tinggi. Kalau Komix itu kandungan dextromethorphan sedikit, yang salah penggunanya, seperti CTM dicampur soda, itu juga bikin fly,” tutupnya. (*/LN)

Baca Juga:  Airlangga Hartarto Jadi Ketum Golkar, Posisi Arinal Bagai Telur di Ujung Tanduk

bbpom Komix Terkini

Posting Terkait