BK Usut Kasus Yuhadi ‘Jengkol 1 M’

Ketua pembelaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, Juniardi (Kiri), saat mediasi bersama Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Bandarlampung Agusman Arif, diruangan Ketua DPRD Kota, Rabu (8/11/2017).

BANDARLAMPUNG,-Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Bandarlampung Agusman Arif menyatakan telah mengumpulkan kronologis ketika Yuhadi mencak-mencak saat mendatangi proyek flyover Mal Boemi Kedaton (MBK), Rabu (1/11) lalu.

“Kami (BK) sudah mengantongi keterangan dari kawan-kawan pers. Tetapi, Yuhadi tidak bisa menghadiri pertemuan ini. Jadi, nanti kita akan mengundang kembali para awak pers dan Yuhadi sesegera mungkin,” ujar Agusman Arif, saat memimpin pertemuan antara BK dan Pers, Rabu (8/11).

Dia menambahkan, akan segera memangil yang bersangkutan dan mencari solusi cerdas untuk saling memaafkan. Dan itu akan disampaikan secara resmi agar permasalahannya cepat terselesaikan.

BK memahami dengan tugas dan fungsi jurnalis mengumpulkan, mengedit, dan memberitakan, sudah benar. Serta bisa membuat pembaca jadi saksi sejarah.

“Untuk ketidakhadiran itu, Yuhadi sudah izin dengan BK karena menghadiri anaknya di pondok. Setelah yang bersangkutan pulang, kami akan segera sikapi supaya tidak menjadi viral,” ucapnya.

Ketua pembelaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Juniardi memberikan saran agar permasalahan antara Yuhadi dengan awak pers dapat terselesaikan secara baik dan kekeluargaan.

“Kalau bisa masalah ini dapat terselesaikan secara baik dan kekeluargaan saja. Hal tersebut bertujuan agar kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan,” tandasnya.

Kemarahan Yuhadi disebabkan pernyataan yang dimuat di beberapa media terkait kata-kata besi banci (besi non SNI) pada pembangunan flyover MBK.

Yuhadi mengaku tidak pernah melontarkan pernyataan penggunaan besi banci pada proyek flyover MBK.

“Mahal jengkol gua ini. Satu miliar lebih, gua keluar duit jadi dewan ini. Berantem juga gua ini mau. Gua juga preman,” ujar Yuhadi, ketika itu.

Yuhadi meminta sebelum memberitakan, wartawan memahami konteks dan memiliki pengetahuan mengenai konstruksi sehingga apa yang ditulis dan diangkat di pemberitaan tidak membuatnya malu.

“Namanya besi ukuran 13 ke atas gak ada besi banci (non SNI). Kalau ukuran 13 ke bawah itu ada. Gini-gini gua mantan kontraktor. Malu gua sebagai anggota dewan kalau komentar besi banci. Mana ada flyover pakai besi banci,” kata dia.(RD)

Jengkol 1 Miliar

Posting Terkait