BNI Kucurkan KUR untuk Petani Tebu

Ilustrasi. (Ist)

KOTABUMI—Dua perusahaan BUMN, PT Bank Negara Indonesia, Tbk (BNI) dan PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VII menjalin kerjasama untuk mengembangkan perekonomian para petani tebu di Kabupaten Lampung Utara. Penandatangan perjanjian kerjasama dilakukan Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Anton Siregar dan Direktur Operasional PTPN VII Sukarnoto, di Gedung Pertemuan PTPN VII, Selasa (26/9).

BNI menyalurkan KUR sebesar Rp65,74 miliar yang disalurkan kepada sekitar 700 Petani Tebu Rakyat Mitra binaan PTPN VII Distrik Bunga Mayang. Disamping itu, BNI juga menyalurkan Kredit Kemitraan Bina Lingkungan kepada petani tebu dengan total Rp 19,49 miliar kepada sekitar 200 petani.

Baca Juga:  Soal Impor Beras, Pemerintah Imbau Petani Tidak Terombang-Ambing

Anton Siregar mengatakan, dalam kerja sama ini, BNI berperan dalam menawarkan fasilitas kredit berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Kemitraan Bina Lingkungan dan jasa perbankan.  Sementara PTPN akan bertindak sebagai main off taker atau pihak yang menjadi pembelian hasil panen para petani tebu.

“PTPN VII juga akan memberikan bantuan teknis budidaya dan pembinaan pertanian kepada para petani tebu rakyat binaannya,” ujarnya.

Baca Juga:  SDM Handal dan Hilirisasi Infrastruktur Pertanian, Kunci Sukses Petani

Anton menambahkan, pihaknya juga menjadikan PTPN VII sebagai pemberi rekomendasi permohonan kredit yang diajukan petani. PTPN VII juga akan membuat dan menandatangani perjanjian kemitraan dengan petani, serta membantu kelancaran penyediaan sarana serta prasarana untuk budidaya tebu.

“Pemberian KUR kepada petani tebu sesuai dengan program prioritas pemerintah, yaitu fokus pada pertanian serta kelautan dan kemaritiman,” kata Anton.

Direktur Operasional PTPN VII Sukarnoto menyambut baik dukungan BNI yang telah memberikan pendanaan dan untuk program KUR dan Kredit Mitrabinaan kepada petani tebu yang ada di wilayah Bungamayang.

Baca Juga:  BUMN Berupaya Sejahterakan Petani Indonesia

Dalam hal ini, PTPN VII memberikan pendampingan teknis pengolahan dan sarana kepada petani. PTPN VII juga dapat merekomendasikan penjualan hasil panen kepada buyer potensial lainnya.

Dirinya berharap program ini dapat berjalan dengan baik  dan persoalan efisiensi di Pabrik Gula Bungamayang dapat diselesaikan.

“Untuk kelancaran produksi, investasi untuk pabrik gula harus dilakukan dengan all out, sehingga persoalan yang ada di pabrik bisa diatasi,” ujarnya.(Ri)

 

Petani Tebu

Posting Terkait