BPBD & SMPN 23 Bandarlampung Simulasi Prabencana

Foto: Josua

BANDAR LAMPUNG – Ratusan siswa SMP Negeri 23 Pahoman, Bandar Lampung, panik saat mendengar sirene peringatan dini gempa bumi.

Mereka berlari meninggalkan ruang belajar menuju titik evakuasi, yakni lapangan terbuka yang berada di tengah tengah sekolah dengan tertib.

Ini merupakan simulasi penanggulangan prabencana yang dilakukan oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Bandar Lampung.

BPBD mulai mengenalkan program sekolah siaga bencana di SMP Negeri 23 Pahoman. Sebelumnya program sekolah siaga bencana sudah dijalankan pada sekolah menengah atas.

Baca Juga:  Bupati Tanggamus Hadiri Kegiatan Simulasi Bencana Gempa dan Tsunami

Sebanyak 758 pelajar SMPN 23 mendapatkan pembekalan untuk menyelamatkan diri saat gempa bumi. Seperti melindungi kepala dengan tas atau buku, berlindung di bawah meja, menjauhi jendela kaca dan mencari lapangan terbuka.

“Simulasi tanggap bencana di sekolah jenjang SMP sudah berlangsung beberapa kali. Namun BPBD baru menjadikan sekolah menengah atas sebagai target utama,” kata Kasi Tanggap Darurat Evakuasi dan Kebakaran BPBD Bandar Lampung, Suhaimi.

Baca Juga:  Bupati Tanggamus Hadiri Kegiatan Simulasi Bencana Gempa dan Tsunami

Simulasi penanganan prabencana dilanjutkan dengan pembekalan cara memadamkan api. Peristiwa gempa bumi seringkali diikuti dengan peristiwa kebakaran yang disebabkan hubungan arus pendek.

Petugas BPBD mempraktikkan dua teknik memadamkan api, yang pertama dengan menggunakan racun api dan berikutnya dengan menggunakan karung basah.

“Petugas menyampaikan, pemakaian tabung racun api saat memadamkan kobaran api harus searah dengan  angin bertiup, sehingga tepat sasaran karena gas dalam tabung terbatas,” tambah Suhaimi.

Baca Juga:  Bupati Tanggamus Hadiri Kegiatan Simulasi Bencana Gempa dan Tsunami

Dewan guru bersama siswa yang menyaksikan diberikan kesempatan untuk mencoba langsung memadamkan api.

Kepala SMPN 23 Pahoman, Irwan Qalbi, berharap kegiatan simulasi prabencana dapat meningkatkan kemampuan dasar tanggap darurat bencana pada guru dan siswa. Sebagai antisipasi bila terjadi bencana ketika proses belajar mengajar berlangsung.(JO)

Simulasi Bencana SMPN 23 Bandarlampung

Posting Terkait