China Minat Investasi Produk Busana Muslim di Indonesia

Foto: Istimewa

Duta Besar Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, mengajak Investor China untuk berinvestasi di Indonesia. Hal itu disampaikan Djauhari saat berpromosi investasi Indonesia di hadapan sekitar 200-an grup perusahaan Tiongkok dalam forum yang diselenggarakan oleh Standard Chartered Bank di Beijing. Djauhari diundangan dan didukung sepenuhnya oleh CEO Standard Chartered Indonesia, Rino DonoSepoetro untuk menyampaiman Sambutan Utama di forum tersebut

Tampil sebagai salah satu pembicara dari tiga pembicara utama, Dubes Djauhari memaparkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap stabil dan kuat sejak tahun 2014, dan pada tahun 2017 bertumbuh sebesar 5,07% dengan GDP yang sudah melampaui US$ 1 Triliun yang utamanya didorong oleh faktor konsumsi dan investasi.

Baca Juga:  Hebat, Industri Busana Muslim Indonesia Masuk Tiga Besar Dunia

“Sebagai salah satu pilar utama ekonomi, investasi swasta diharapkan dapat mencapai US$ 260,6 miliar dengan 53,3% bersumber dari sektor manufaktur,” ujar Djauhari dalam keterangan tertulis, Jumat (18/5/2018).

China sebagai mitra strategis dan sahabat Indonesia merupakan salah satu sumber FDI ( Foreign Direct Investment) terbesar di Indonesia terhitung pada periode 2015 – 2017 mencapai US$ 6,65 miliar. Pada 2017, investasi China ke Indonesia mencapai US$ 3,3 miliar, naik lima kali lipat dibandingkan pada 2015.

Posisi China telah menanjak naik dari peringkat sembilan menjadi peringkat ketiga sebagai investor terbesar di Indonesia. Apabila digabungkan, China Daratan dan Hong Kong, maka akan menjadi investor asing terbesar kedua di Indonesia.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Yakin Busana Muslim RI Mendunia

“Sebagai sahabat dan dengan iklim investasi yg semakin bersahabat di Indonesia saat ini, Tiongkok layak menjadi investor utama di Indonesia,” kata Djauhari.

Djauhari juga menyampaikan, bahwa dalam kunjungan Perdana Menteri China, Li Keqiang ke Indonesia tanggal 6-8 Mei lalu, telah diterima oleh Presiden Joko Widodo juga Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Pemimpin kedua negara sepakat untuk meningkatkan investasi dan perdagangan seperti penambahan ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke China (minimal 500.000 ton) pertahun selain Tiongkok membuka pasar untuk ekspor sarang burung walet dan buah-buahan tropis dari Indonesia.

“Tiongkok juga berkomitmen untuk berinvestasi di sektor produk-produk halal dan pakaian muslim di Indonesia untuk diekspor ke Tiongkok dan negara-negara lainnya,” terang Djauhari, seperti yang dilansir dari detik.com.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Yakin Busana Muslim RI Mendunia

Investasi dalam kerangka kerja sama Inisiatif Belt and Road, sepakat untuk membangun empat koridor ekonomi pada empat provinsi di Indonesia, yakni Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Bali. Investasi meliputi berbagai proyek seperti pengembangan industri, infrastruktur, bandara, kereta, pelabuhan, tol, energi dan wisata yang tentunya bersinergi dengan Poros Maritim Indonesia.

Karena itu sekali lagi, China yang bersahabat dengan Indonesia, silahkan datang dan berinvestasi di Indonesia dan bertumbuh bersama-sama di kawasan yang kita jaga bersama agar tetap aman dan damai. (net/hp)

Busana Muslim

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan