Dewi Handajani Kukuhkan FBTI

KOTA AGUNG – Bupati Tanggamus Dewi Handajani mengukuhkan Forum Komunikasi Bhineka Tunggal Ika (FBTI) bersamaan dengan penyelenggaraan dialog Kebhinekaan dengan tema Membangun Tanggamus dengan merajut kebhinekaan memperkokoh persaudaraan dan persatuan di Aula Islamic Center, Kotaagung, Senin (18/3).

Bupati mengatakan, menghadapi tahun politik, terutama pada hari pesta demokrasi 17 April nanti, kebhinekaan bisa menjadi panduan untuk menjaga dan menghargai setiap perbedaan.  “Kita tetap menjaga kesatuan dan persatuan agar tetap teduh, aman, nyaman dan kondusif, agar nantinya akan terpilih pemimpin- pemimpin yang amanah,” kata Dewi.

Dewi mengatakan, negara Indonesia adalah negara yang super majemuk dan super kaya dengan aneka etnis, suku, bahasa, agama, kepercayaan, budaya, tradisi, dan adat-istiadat. “Indonesia merupakan negara yang paling plural/majemuk sedunia, terutama dari aspek suku bangsa dan bahasa, Pluralitas dan Kompleksitas Bangsa Indonesia semakin bertambah dengan eksistensi ormas, parpol Ideologi, Aliran dan Sekte Agama, serta ekspresi keberagaman masing-masing umat beragama,” paparnya.

Dibentuknya Forum Komunikasi Bhinneka Tunggal Ika Kabupaten Tanggamus ini, kata dia, merupakan salah satu dari 55 Program Aksi yang telah kami canangkan. “Kita di bumi Indonesia ini memiliki tujuan yang sama. Mari kita hilangkan sekat-sekat. Mari kita satukan hati kita, pemikiran, visi dan misi kita karena apa yang telah dihasilkan selama ini adalah hasil perjuangan dari seluruh komponen bangsa.”

Dia berharap ke depan forum ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan tidak membedakan antara suku yang satu dengan yang lain dan mengantisipasi agar tidak ada perpecahan dalam suatu bangsa. Kita hilangkan sekat itu bersama, karena yang kita butuhkan adalah semangat untuk bersama-sama memajukan Kabupaten Tanggamus dengan cara merekatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa sehingga nantinya akan timbul ide-ide dan inovasi yang bisa kita ambil.

Ketua FBTI Rosihan Anwar  berharap Bhinneka Tunggal Ika bukan sebagai semboyan belaka, tetapi menjelma menjadi semangat sebagai upaya untuk menjaga stabilitas dan integrasi bangsa. “Disintegrasi bangsa atau konflik antar etnis sering terjadi karena benturan kepentingan budaya agama dan politik dan sebagainya bahwa akhir-akhir  ini ada sekelompok Golongan atau masyarakat selalu mempertanyakan bahkan berniat merongrong Negara NKRI Pancasila Bhineka Tunggal Ika dan undang-undang Dasar 1945,” ujar dia.

Hadir juga dalam kegiatan ini Hi.AM. Syafii,S.Ag. ( Wakil bupati Tanggamus), Heri Agus Setiawan S.Sos. ( ketua DPRD Kab. Tanggamus), Drs. Jonsen Vanesa (Asisten I Sekda Tanggamus),  Ir. FB. Karjiono (Asisten II Sekda Tanggamus), Drs. Firman Ranie (Asisten III Sekda Tanggamus), Hi. Murdi Amin (Kemenag), Juniardi (PWI Lampung), Drs.Ajpani ( Ka Kesbangpol ), Rosihan Anwar ( Ketua FBTI), Iptu Irfan Panjaitan ( Kasat Binmas  Kapten INF Sanusi (Pasi Pers Dim 0424/Tanggamus) Para Kepala OPD Sekabupaten Tanggamus, Para Camat sekabupaten Tanggamus, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, Para ketua Adat, seluruh komponen masyarakat Tanggamus. (SB/CD)

FBTI

Posting Terkait