Diduga Terlibat Korupsi DAK Tuba, Lima ASN Tidak Ditetapkan Tersangka

Bandar Lampung – Kinerja penyidik Kejaksaan Negeri Tulangbawang di pertanyakan oleh kuasa hukum Al Hajar Syahyan dengan hanya menahan Kliennya (Guntur Abdul Nasser) , Sedangkan 5 ASN lainnya yang diduga ikut serta melakukan pemungutan tidak di naikan statusnya sebagai terdakwa.

Hal itu tertuang saat Al Hajar mengirimkan surat Kepada Kejaksaan Agung di Jakarta, bahwa ia meminta 5 oknum ASN tersebut untuk di jadikan tersangka baru bukan hanya saksi dalam perkara ini.

“Mengapa tim penyidik dari Kejaksaan Tinggi Tuba hanya menjadikan dan menetapkan kliennya (Guntur Abdul Nasser) sebagai tersangka,”kata Al Hajar

Sementara, teman – temannya yang lainnya yakni sdr Revi, Nasrum, Helmi, Hendry dan Alius yang jelas – jelas ikut terlibat /ikut serta berperan aktif melakukan pemungutan sejumlah dana pada tiap – tiap sekolah atau lembaga pendidikan penerimaan bantuan DAK Fisik T.A 2019 dan juga ikut menikmati pembagian atas keuntungan dari hasil pemungutan dana tersebut.

Baca Juga:  Terdakwa Kasus Korupsi DAK Tuba Jalani Sidang Perdana

“Ternyata hanya di jadikan saksi saja, hal ini tentunya sangat tidak adil, terlihat aneh dan tidak masuk akal serta terkesan tebang pilih dalam penegakan hukum dan keadilan. Hal ini juga tentu menimbulkan tanda tanya besar dan prasangka – prasangka negatif terhadap Kejaksaan Negeri Tulangbawang,” tegasnya

Untuk itu, ia berharap kepada lembaga kejaksaan Negeri Republik Indonesia agar dapat bertindak adil dan bijaksana dalam menegakkan hukum dan keadilan terkait dengan visi dan misinya dalam pemberantasan korupsi.

“Tidak tebang pilih serta tidak segan – segan untuk menjadikan dan menetapkan sdr Revi, Nasrum, Helmi, Hendry dan Alius dari 133 kepala sekolah penerima bantuan DAK yang telah memberi dana tersebut sebagai tersangka baru dalam perkara ini, “pungkasnya

Baca Juga:  Kasus Korupsi DAK Tuba Akan Hadirkan 90 Saksi

Diberitakan sebelumnya, Kasus perkara Kadisbud tahun anggaran 2019 dengan terdakwa Nasaruddin dan rekanan Guntur Abdul Nasser, Selain menghadirkan 90 saksi yang akan digelar kembali pada Kamis (17/06) mendatang ada 5 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga terlibat ikut memungut Pungutan Liar (Pungli) di kepala sekolah se-kabupaten Tulangbawang.

“Ada 5-6 orang itu ASN yang suka mungut uang itu, hal ini kan sudah di konfirmasi oleh inspektorat Tulangbawang bahwa Guntur tidak mengambil uang disini, disitu, “kata kuasa hukum Al Hajar Syahyan saat di wawancara media di Pengadilan Negeri, Tanjungkarang.

Baca Juga:  Terdakwa Kasus Korupsi DAK Tuba Jalani Sidang Perdana

Untuk itu, dirinya juga sempat mengirimkan surat Kejaksaan Agung untuk mempertanyakan 5 orang ASN yang terlibat dalam perkara ini tidak di naikan status kasusnya.

“Kenapa perkara ini tidak naik, makanya saya mengirim surat ke Jaksa Agung, hukum ini harus di tegakan orang yang berbuat harus bertanggung jawab. Jangan hanya Guntur saja, apalah Guntur ini, “jelasnya.

Ia menilai, perkara ini bukan hanya soal aliran dana, namun siapa yang terlibat harus dapat bertanggung jawab di hadapan hukum.

“Ini bukan soal aliran, namun ini soal yang memungut uang ke sekolahan itu adalah 5 orang tersebut, kerjaan mereka itu,”tutupnya

Korupsi DAk Tuba

Posting Terkait