Disdik Rumuskan Sanksi Administratif ke Oknum Guru yang Jewer Murid Hingga Luka

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Diona Khatarina. (Ist)

BANDAR LAMPUNG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, sedang merumuskan sanksi untuk pelaku penjeweran terhadap siswi di SMA 5 Bandar Lampung. Kamis depan rencananya akan memanggil kepada sekolah dan gurunya.

Diantaranya bisa sanksi penurunan pangkat dan hingga penundaan gaji.

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Diona Khatarina, mengatakan pihaknya tidak membenarkan atas perbuatan oknum guru terhadap muridnya.

“Terkait sanksi yang akan diberikan kami masih merumuskan, karena dalam Undang Undang sudah tertera. Tapi dalam garis besarnya kasus tersebut sudah ada titik terangnya dengan perdamaian,” je;as Diona, Senin (19/11).

Sebelumnya, seorang oknum guru SMA 5 Way Halim, Bandar Lampung, menjewer muridnya hingga robek dan berdarah.

Akibatnya, siswi tersebut harus menjalani perawatan intensif di RS Imanuel dan mendapat empat jahitan di telinga kanannya, pada Jumat  (16/11).

“Kuping saya dijahit karena dijewer Pak Doni. Dia marah karena saya tak pakai seragam olah raga. Lalu, guru kesenian ini juga menendang kaki dan memukul kepala saya pakai ponsel,” jelas Keisa Permata Hati, siswa kelas XII IPS 4, Sabtu (17/11).

Kejadian tersebut membuatnya trauma dan malu sehingga belum berani bersekolah lagi. Selain itu, Keisa masih merasakan nyeri di telinganya.

Mendengar kisah itu, orang tua korban, berniat melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Way Halim.

“Tapi, polisi meminta kami untuk kembali pada Selasa (20/11) karena petugas pada Unit Pelayanan Perempuan dan Anak baru masuk pada hari tersebut,” ujarnya. (RM)

Guru Jewer Murid

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan