DPRD Bandarlampung Agendakan Panggil PT Fujitec dan Pemkot

Sekretaris Komisi III DPRD Bandarlampung, Achmad Riza | Foto: Istimewa

BANDARLAMPUNG – DPRD Kota Bandarlampung akan memanggil pihak-pihak terkait yang bertanggungjawab atas kecelakan yang dialami oleh Suyono pegawai PT Fujitec Indonesia yang tewas saat mengoperasikan lift di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung.

Sekretaris Komisi III DPRD Bandarlampung, Achmad Riza saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menegaskan, sebelum melakukan pemanggilan pihaknya terlebih dahulu akan melakukan rapat internal komisi guna penjadwalan waktu dengar pendapat.

“ Ya  nanti kita rapatkan di komisi terlebih dahulu untuk menjadwalkan pemanggilan pihak terkait serta OPD terkait untuk menjelaskan kepada kami sehingga terjadi kecelakan itu,”jelas Riza, Jumat (28/02).

Komisi III sambung Riza berkompeten dalam menanyakan soal pembangunan atau pengerjaan Lift termasuk soal Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) karena kontraktor dalam hal ini PT Fujitec harus mempunyai sertifikasi K3 sebagaiamana yang di atur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca Juga:  DPRD Bandarlampung Sukses Kumpulkan Rp 23,5 Juta Untuk Korban Gempa di Sulteng

Dia menambahkan, kontraktor memiliki kewajiban untuk guna menciptakan rasa aman dalam keselamatan kerja mengingat pengadaan Lift merupakan pekerjaan khusus yang juga memerlukan tenaga ahli yang bersertifikat.

“Suatu kewajiban pihak kontraktor menerapkan K 3 bagi kontruksi  agar  menciptkan rasa aman dan keselamatan kerja.Apalagi pengadaan lift merupakan pekerjaan khusus, pihak kontraktor harus memilikii tenaga ahli yang bersertifikat atau  berpengalaman di bidangnya dalam melaksanakan  Quality Plan  untuk mencegah kecelakaaan kerja di bidang kontruksi,”tandasnya.

Diberitakan, sebelumnya Tim Inafis Polresta Bandarlampung (Balam) melakukan olah tempat kejadian perkara di Lift Gedung Satu Atap Pemerintah Kota Bandarlampung tempat jatuhnya Suryono (32) dari lantai 5 hingga mengalami luka berat di bagian kaki, tangan hingga kepala, Jumat (28/02).

Baca Juga:  Walikota Bandarlampung Kembali Tabrak Aturan

Seperti diketahui, Suryono akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moelok (RSUDAM) setelah sempat dirawat secara intensif sekitar pukul 18.30 WIB.

Dari lokasi kejadian saat tim Inafis Polresta Bandarlampung melakukan olah tempat kejadian perkara, terungkap korban Suryono sempat menjerit sebelum terjatuh. Berdasarkan keterangan saksi Agus Setiyawan (36) kepada petugas di lokasi, keduanya  bekerja sama mengoperasikan lift di lantai 4 dan 5 dengan posisi Agus di dalam lift sedangkan Suryono di atas lift.

“Tiba-tiba Yono menjerit aduh, kemudian  terdengar suara benturan, saya buka pintu dan melihat tubuh Yono sudah berada di bawah dengan darah yang sudah banyak sambil memanggil mas tolong mas tolong”, kata Agus.

Baca Juga:  DPRD Bandarlampung Takut dengan Kristian Chandra

Kepada petugas juga Agus menjelaskan masih bingung kenapa Yono bisa terjatuh, namun menurut karyawan dari PT Fujitec Indonesia ini, dirinya sempat mengingatkan Yono untuk tidak duduk terlalu pinggir. “Saya sempat ingatkan dia (Yono) untuk gak duduk terlalu pinggir dan selalu berhati-hati”, katanya.

Kuat dugaan korban sempat tersangkut dan terjepit sebelum jatuh lantaran di lokasi lift terlihat satu batang besi panjang bersimbah darah yang diduga terbentur ke kepala. Sebanyak 7 adegan diperagakan dalam olah tempat kejadian perkara di Lift mulai dari lantai bawah tanah (basement) hingga lantai 5. (TS)

DPRD Bandarlampung Lift Pemkot Bandarlampung Pekerja Lift Tewas Pemkot Bandarlampung PT Fujitec Indonesia

Posting Terkait