Dua Tahun Nama dan Insentif Dicatut Kades Bayas Jaya

Pesawaran (fs) – tidak terima karena nama tercantum dalam laporan penerima insentif dari desa bayas jaya,padahal tidak sekalipun pernah ada pemberitahuan,sebagai penerima insentif, belasan warga sebagai marbot masjid,penjaga makam, dan guru ngaji, bersama membuat surat pernyataan,keberatan atas perlakuan pemerintah desa yang mencatut nama mereka, bahkan tidak pernah menerima insentifnya.

Salah satunya, juhaidi, seorang marbot masjid nurul hidayah, dusun sintuk, desa bayas jaya, yang sudah dua tahun, bertugas sebagai marbot, mengatakan bahwa selama dua tahun, selama bertugas sebagai marbot masjid belum pernah mendapatkan insentif dari pemerintah desa,

“selama dua tahun menjadi marbot, belum pernah ada insentif saya terima,pemberitahuanpun tidak pernah ada,” jelasnya

Ditambahnya, setelah adanya informasi, bahwa atas nama dirinya ( juhaidi red) merupakan salah satu nama terlampir sebagai penerima insentif dari pemerintah desa,

“bagaimana tidak bingung, selama dua tahun, belum pernah terima apapun, apalagi insentif, tapi anehnya dalam laporannya, nama saya ada, dan anehnya sudah di bubuhi tanda tangan, yang bukan tanda tangan saya,” tambahya

Adalagi, lanjut juhaidi, beberapa rekan sesama marbot, guru ngaji,dan penjaga makam, yang bernasib sama dengan dirinya, dalam laporan terlampir sebagai penerima, tapi belum pernah terima insentif apapun.

“bukan saya aja, tapi ada juga, beberapa teman lain, seperti penjaga makam, dan guru ngaji, bernasib sama,tidak pernah ada insentif walau nama ada dalam data,”ungkapnya sedih seraya mengatakan sampai tega, kalo kepala desa sanggup ambil hak milik warganya.

Di lanjutnya, bahwa ada lagi terdapat warga yang bukan masuk dalam data penerima insentif dan bukan kategori penerima insentif, Nurdin, warga dusun serkung tengos, desa bayas jaya, mengaku bahwa dirinya hanyalah seorang petani, namun dalam laporan, namanya terlampir sebagai penerima insentif marbot,di masjid al itihad, dusun serkung tengos.

“apa yang di lakukan kepala desa bayas jaya,bersama pemerintah desa bayas jaya, benar keterlaluan, dan hukum dunia wajib menghakiminya,” ungkapnya kecewa.

Di ketahui, dalam laporan lampiran penerima insentif, dari desa bayas jaya, untuk marbot dan penjaga makam per enam bulan (semester) menerima Rp1.200.000, sedangkan untuk guru ngaji,per semester, menerima Rp 600.000 rupiah, sebagai insentif dari anggaran dana desa bayas jaya.(Dponco)

Posting Terkait