Dugaan Korupsi KONI, Ini Kata Kejati

Bandar Lampung – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung Heffinurr beberkan beberapa acuan penyelidikan dugaan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesi (KONI) naik ke penyidikan. Rabu (12/01)

Heffinur menjelaskan, Program kerja dan anggaran KONI Lampung untuk pengajuan anggaran hibah tersebut tidak disusun berdasarkan usulan kebutuhan KONI Lampung dan cabor (Cabang Olahraga).

“Sehingga bidang koni dan cabang olahraga dalam pengajuan kebutuhan program kerja dan anggaran tahun 2020 tidak berpedoman kepada pengajuan kebutuhan dan anggaran awal hibah KONI, sehingga penggunaan dana hibah diduga telah terjadi penyimpangan,” kata Heffinur kepada awak media.

Untuk itu, kata Heffinur, terjadi penyimpangan itu tidak hanya di koni , namun terjadi di Cabang Olahraga (Cabor) Lampung pun terjadi dugaan yang dimaksud.

“Artinya bukan koni aja tapi cabor juga, Untuk pengadaan barang dan jasa tidak berdasarkan peraturan perundang-undangan serta ditemukan adanya penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa koni dan cabor,” jelasnya.

Selain itu, sambung Heffinur, ditemukan juga penggunaan anggaran koni dan cabor yang tidak didukung dengan bukti-bukti yang sah.

“Kita berkesimpulan dari penyelidikan ini, kita naikkan ke penyidikan umum. Kita belum menyebutkan siapa-siapa orangnya yang terlibat, tapi sudah kita tingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Baik untuk KONI Lampung nya itu sendiri maupun di Cabang Olahraganya, karena dua – duanya ini bermasalah , “pungkasnya

Posting Terkait