Dugaan Korupsi KONI, Kejati Janji Beberkan Terperiksa


Bandar Lampung – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung nampaknya terus melakukan pengembangan terhadap dana hibah Koni dengan anggaran Rp.55 milyar untuk perhelatan Pon XX Papua.

Kasipenkum Kejati Made Made Agus Putra Adyana mengatakan, bahwa proses ini masih dalam tahap awal penyelidikan terhadap pengaduan yang telah masuk ke kejati Lampung.

“Proses ini kan masih dalam penyelidikan , masih dalam tahap awal dalam artian mengklarifikari pengaduan kawan – kawan yang telah masuk kejati lampung,” kata Made. Selasa (12/10).

Untuk itu, kata dia, kawan – kawan media di mohon dapat bersabar atas informasi selanjutnya, ketika status hukum nya sudah sampai ke penyidikan, karena kejati akan selalu terbuka dan transparan.

“Kalau dia sudah masuk dalam penyidikan ,nanti akan kami sampaikan dan siapa saja yang telah diperiksa, ” tandasnya

Diberitakan Sebelumnya, Soal dana hibah Koni PON XX Papua, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung telah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi dan akan memeriksa pihak ketiga terkait anggaran tersebut.

“Ya ada tujuh orang sudah diperiksa, dan Kalau untuk terperiksa siapa kami belum bisa menyebutkan,”kata Made. Senin (11/10)

Selanjutnya, ia mengatakan, saat ini pihaknya akan meriksa pihak ketiga terkait dana hibah Koni tersebut.

“Tetapi ini masih (memanggil) pihak ketiga,” urainya

Selain itu, kata made, berkaitan dengan hal ini kejati pun belum memeriksa dari pengurus Koni, karena masih dalam ajang PON XX.

“Ya belum ada diperiksa. Kan masih ikut PON,”tandasnya

Diketahui, KONI Lampung telah menerima dana hibah sebesar Rp. 55 milyar dari Dispora dan baru di gunakan Rp.30 milyar untuk perhelatan Pon XX.

Kemudian, saat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) lampung meminta draft laporan pergunaan nya, pihak Koni belum memberikan laporan tersebut dan di berikan waktu tiga hari untuk memberikan laporan tersebut pada berapa bulan waktu lalu.

Reporter : Agung Kurniawan

Posting Terkait