Fakta Persidangan Mustafa, Ungkap Borok Politik Pilgub 2018

Bandar Lampung – Kasus Mahar Politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atas beralihnya dukungan terhadap terdakwa mantan Bupati Lamteng Mustafa saat ini telah menjadi perhatian publik, karena di nilai telah mengotori pesta demokrasi, khususnya di Provinsi Lampung.

Hal itu di ungkapkan Pengamat kebijakan Publik Dedi Hermawan, bahwa politik saat ini terindikasi kuat adanya kejahatan korupsi yang dilakukan para pihak yang sekarang menduduki jabatan Public.

“Seperti gubernur dan wakil gubernur, informasi-informasi dalam persidangan memperlihatkan dengan betapa bobroknya praktek demokrasi di provinsi lampung, khususnya pada pilkada lalu, “kata Dedi saat di hubungi fajarsumatera.co.id. Sabtu (10/04)

Menurutnya, hal itu semakin jelas bagaimana para pejabat public di provinsi ini duduk dengan proses tidak etisi dan kotor penuh dengan penghianatan dan dukungan sumber dana yang “panas”.

“Fenomena ini adalah gambaran praktik hitam pilkada lalu.dan bukti-bukti dipersidangan membongkar dengan terang bagaimana tragedy moral dipamerkan dalam proses politik pencalonan kepala daerah, praktik yang sarat dengan penghianatan, pragmatism, oportunia, dan menghalalkan berbagai cara yang melanggar etika demokrasi, pancasila, dan akal sehat,”ungkapnya

Untuk itu, ia menilai jika semua ini semakin mendorong public untuk mendukung agar persidangan ini dibongkar sampai ke akar-akarnya, diusut tuntas, dan diberi sanksi hukum yang tegas terhadap semua pihak yang melakukan kejahatan dalam pilkada.

“Public pun semakin kuat meyakini dan bersikap bahwa mereka yang terpilih pada pilkada lampung lalu tidak layak duduk sebagai gubernur dan wakil gubernur Karena lahir dari proses yang cacat etis dan yakin melahirkan produk politik yang cacat pula,”tegasnya

Selain itu, ia menegaskan semua pihak yang terkait harus dihadirkan di persidangan untuk mengugkap kasus ini dengan terang.

“Waktunya diserahkan sepenuhnya ke para penegak hukum, karena mereka tentu punya strategi dan taktik untuk membongkar kasus ini dengan tepat, “tambahnya

Ia pun berharap, pada Pilkada berikutnya agar partai politik (Parpol) di Lampung ini dapat menghindari cara – cara kotor yang dapat merusak pesta demokrasi untuk menghasilkan pemimpin yang penuh amanah.

” kepada parpol agar melakukan reformasi diri, dan menolak cara-cara kotor dalam proses pencalonan kepala daerah, menguatkan pendidikan politik warga agar menolak money politic, memperkuat pengawasan dan memperkuat regulasi yang mampu meminamalisasi kejahatan dalam politik seperti money politic, campur tangan korporasi, dan lemahnya pengawasan,” pungkasnya

Sebelumnya, beralihnya dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Chusnunia Chalim ( Nunik) dari mantan Bupati Lamteng ke Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim kuat dugaan adanya mahar politik sebesar Rp.50 milyar dari perusahaan gula Sugar Group Company (SGC)

Hal itu terungkap dalam kesaksian Mofaje S Caropeboka saat hadir di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Tanjungkarang kamis (09/04) kemarin.

Ia mengatakan bahwa Mustafa mencalonkan diri sebagai gubernur Lampung saat itu sudah bertemu dengan ketua umum PKB Muhammad Iskandar (Cak Imin) di jakarta bersama Nunik untuk Pilgub 2018.

“Pak Mustafa sudah pernah bertemu dengan muhaimim iskandar tetapi saya tidak tahu endingnya dari pertemuan itu, dan tidak lama Keesokannya ada kabar bahwa Pkb beralih dukungannya, berartikan ini ada penghianatan,”kata Mofaje.

Menurutnya, bukan rahasia umum lagi bahwa Nunik bergabung ke arinal karena di dukung oleh Sugar Group Company (SGC)”yang bertanggung jawab Purwanti Lee karena Saya mendengar dukungan itu mencapai Rp. 50 milyar, “ucapnya

Untuk itu, Dengan beralihnya PKB uang senilai Rp 18 milyar yang pernah di berikan Mustafa ke Pkb tersebut dikembalikan melalui Parnyono.

“Di awal januari uang itu di pulangkan dari Pkb kata Pak mustafa, yang memulangkan uang itu parnyono senilai 18 milyar dan ada yang belum di pulangkan sebesar 4 milyar, “katanya

Kemudian, dari uang Rp 14 milyar itu ia pulangkan kembali ke miswan rodi untuk di serahkan ke Mustafa.

” karena uang 14 Milyar itu saya tahunya uang warisan dari bapaknya Mustafa,” tutupnya.

Reporter Agung Kurniawan

Posting Terkait