Gawat, Sabu Warna Pink Beredar di Lampung!

Sabu Pink

Barang Bukti narkoba, sabu berwarna pink yang diamankan Polresta Bandar Lampung, Senin (18/12/2017). Foto: Ist

BANDAR LAMPUNG – Provinsi Lampung dalam keadaan darurat narkoba setelah jajaran Polresta Bandar Lampung (Balam) menemukan sabu berwarna pink yang diperkirakan sudah beredar di Sai Bumi Ruwa Jurai. Sabu warna pink yang baru pertama kali ditemukan di Lampung tersebut, hebatnya dikendalikan langsung oleh salah seorang napi di Lapas Way Hui, Lampung Selatan (Lamsel).

Satuan Reserse Narkoba Polresta Balam meringkus Ade Rully Oktavian (26) dan mengamankan barang bukti berbagai jenis narkotika masing-masing 20 butir pil ekstasi warna hijau merk B29, sabu-sabu berwarna putih 10 gram, dan sabu-sabu jenis baru berwarna pink 10 gram.

Baca Juga:  Terdakwa Kasus Narkoba Tak Terima Dituntut 10 Tahun Penjara

Barang bukti sebanyak itu hendak dibawa tersangka dari Balam ke Tulang Bawang (Tuba).

Namun, sebelum berhasil keluar Bandar Lampung, polisi berhasil menciduk tersangka. Jika biasanya sabu-sabu berbentuk butiran warna putih, kali ini polisi mendapatkan sabu-sabu jenis baru. Memang bentuknya sama berupa butiran, namun warnanya berbeda, yakni berwarna pink.

Belum diketahui apa perbedaan sabu-sabu jenis baru ini. Namun yang jelas bentuk dan kandungan amphetamin-nya sama.

Baca Juga:  Warga Keluhkan Sampah Berserakan, Lurah Pringsewu Barat Ini Malah 'Ngamuk

Menurut Kasat Narkoba Polresta Balam, Kompol Indra Herlianto, sabu-sabu jenis baru ini merupakan inovasi yang dilakukan oleh bandar narkoba untuk menarik minat pengguna.

“Sama saja mengandung amphetamin, kalau rasanya ya saya tidak tahu,” kata Indra, Senin (18/12/2017).

Tersangka ditangkap pada Sabtu (16/12/2017) lalu di Jalan Pulau Morotai, Antasari, Balam. “Kita mendapat informasi ada seorang laki-laki yang ingin membawa barang ini ke luar daerah Balam. Kita pancing dan kita amankan, kita sita ini, keterangannya memang mau dibawa ke Tuba,” kata Indra.

Baca Juga:  Karyawan Bengkel Ngaku Badannya Enteng Usai Konsumsi Sabu

Indra mengatakan peredaran narkoba ini diduga dikendalikan dari dalam Lapas.

“Kemungkinan betul, tapi untuk membuktikan agak susah, karena hubungan dia melalui komunikasi, kita ke sana dan lakukan BAP, dia (napi di dalam Lapas_red) tidak ngaku,” kata dia.

Karena tidak ada bukti, sehingga kasus tersebut tidak bisa dikembangkan. “Ya selesai. Harapan kita pihak Lapas itu, ke depan HP disetop saja lah. Apapun bentuknya, napi jangan kasih telepon, kalau masih dikasih ya begini jadinya,” kata dia. (*/OL)

Narkoba Sabu Pink Terkini

Posting Terkait