GMBI Lampung Soroti Perijinan Pembangunan Transmart

Transmart Bandarlampung – Ilustrasi (Foto Istimewa)

BANDARLAMPUNG – Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia menduga bahwa Pemerintah Kota Bandarlampung tengah bermain mata dengan pihak Toyota dan Transmart atas pembangunannya yang terletak di Way Halim, terkait Amdal dan Izin Usaha.

Hal tersebut dipaparkan oleh Ketua Teritorial Lampung GMBI Ali Mukthamar Hames pada Rabu (14/6) saat dihubungi Fajar Sumatera. “Dari pihak Transmart dan Pemerintah Kota Bandarlampung mengaku telah mempunyai izin Amdal Perusahaan Transmart tersebut, tetapi mengapa dari pihak Pemerintah Kota Bandarlampung tidak mempunyai data bahwa Transmart telah mempunyai izin Amdal,”ungkapnya.

Pasca Idul Fitri pihak Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) berencana melakukan pergerakan guna mengungkap dugaan bahwa Pemerintah Kota Bandarlampung tengah bermain mata.

“Kami nantinya akan melakukan pergerakan lagi setelah Idul Fitri, sebab Pemerintah Kota Bandarlampung banyak kesalahan Adminitrasi dan banyak kesalahan -kesalahan lainnya,”imbuh Ketua GMBI Lampung tersebut.

Dilain sisi, Dealer Toyota yang berada di Way Halim juga diduga izin usaha perusahaan tersebut mati selama enam tahun. Sejak berdirinya Daeler itu mereka hanya mempunyai izin usaha selama satu tahun.

“Seharusnya setiap 12 bulan sekali mereka melaporkan dan seperti isi ulang kembali terkait izin usaha itu, tetapi mengapa data yang dihimpun oleh GMBI bahwa mereka izin usahanya mati enam tahun,”ungkap Ali.

Kejanggalan tersebut memberikan kecurigaan terhadap publik bahwa Pemerintah Kota Bandarlampung diduga tengah bermain mata dengan kedua pihak perusahaan tersebut.

“Kalau izin usaha mereka mati sejak tahun 2012 mengapa mereka tetap beroperasi sampai saat ini. Ini sangat janggal dan terkesan mencurigakan,” pungkasnya. (JI)

 

Ijin Amdal Transmart Bandar Lampung

Posting Terkait