Halo Pansus Politik Uang Pilgub, Jika Kurang Data Kuy Kepoin Sidang Mustafa

Bandar Lampung – Ketua Koalisi Rakyat Lampung untuk Pemilu Bersih (KRLUPB) Rakhmat Husen menilai hasil Panitia Khusus (Pansus) politik uang Pilgub Lampung 2018 lalu memicu asumsi negative public jika ada dugaan main mata.

Alasanya hasil Pansus yang cenderung tidak jelas, berbanding terbalik dengan fakta persidangan kasus gratifikasi mantan Bupati Lamteng Mustafa yang mengungkapkan adanya indikasi mahar politik yakni pembelian perahu PKB oleh PT SGC untuk pasangan Arinal-Nunik yang akhirnya memenangkan Pilgub Lampung.

” Saya harus memberikan raport merah kepada pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Lampung, karena pansus DPRD tersebut tidak sesuai dengan fakta persidangan kasus Mustafa,”kata Rakhmat saat di wawancara media, Rabu (25/5)

Selain itu, sambung dia,  jika bukan hanya saja soal kegagalan dalam pansus DPRD saja yang telah gagal, namun kinerja pansus juga dinilai memiliki kepentingan dalam hal itu.

“Saya kira pansus DPRD itu kinerjanya juga merah, dan sarat kepentingan,”urainya

Untuk itu, Ia menambahkan, bahwa pansus tersebut juga memberikan suatu rekomendasi tidak layak setelah Gubernur Arinal Djunaidi di lantik.

“Apalagi pansus dibuat dengan waktu memutuskan jeda yang cukup jauh setelah Arinal dilantik terlebih dahulu baru ada rekomendasi dari pansus, “pungkasnya.

Reporter Agung Kurniawan

Fakta Persiangan Mustafa

Posting Terkait