Harga Singkong Anjlok, DPRD Minta Gubernur Ambil Sikap

Fajarsumatera.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung menegaskan agar dalam hal ini Gubernur Lampung berani mengambil tindakan atau sikap akan keluhan dari para petani dengan turun nya harga singkong.

Hal ini disampaikan oleh ketua DPRD Lampung mingrum gumay dalam Dialog Publik “Singkong, menagih upaya keberpihakan Rezim” di ruang rapat komisi, Gedung DPRD Lampung, Senin (8/3).

Selain itu DPRD Lampung meminta kepada pemerintah Provinsi Lampung guna menutup kran import agar nilai jual petani singkong stabil di tengah masyarakat.

Selain menutup kran import, Mingrum juga meminta kepada Gubernur Lampung untuk membuat surat ke Kementrian Perdagangan guna mengangkat nilai jual petani singkong yang anjlok.

“Gubernur Lampung (Arinal Djunaidi) membuat surat ke kementrian perdagangan untuk kran import di tutup,” kata dia

Selain Mingrum Gumay, ketua komisi I DPRD Lampung mengungkapkan untuk mengantisipasi adanya penurunan harga singkong lebih baik ditekankan dengan Perda atau regulasi yang baru.

“Dengan cara membuat regulasi standarisasi harga jual singkong, agar harga stabil di tengah masyarakat, jika ada pelaku usaha yang melanggar dapat di berikan sanksi tegas,” ucap kader Partai Demokrat itu.

Selanjutnya, ketua komisi II DPRD Lampung telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait harga singkong yang tidak stabil mengingat Lampung penghasil singkong terbesar di Indonesia.

“Lampung penghasil singkong terbesar, tetapi petaninya menjerit karena harga singkong yang anjklok,” ungkapnya.

Wahrul Fauzi mengatakan, pihaknya akan mencari solusi, terkait anjloknya harga singkong yang membuat petani saat ini mengeluh.

“Kalau mau Fire ya di lapangan, bukan 400-500 perkilo, ini 250 sampai 350 rupiah paling bagus, ini apa, ini main timbangan, main harga macam – macam,” terangnya.

Selanjutnya, perwakilan dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menjelaskan anjloknya harga singkong membuat terheran-heran apalagi beberapa bulan ini membuat petani menjerit.

“Dalam satu hektar hanya mendapatkan hasil bersih Rp 3 juta rupiah hampir satu tahun ini, untuk biaya makan saja tidak cukup,” kata Amirudin.

Amirudin juga berharap agar pemerintah dan pelaku usaha dapat mencari solusi atas permasalahan atas harga singkong yang tidak stabil dan mengambil opsi yang tegas guna mengantisipasi adanya permasalahan hargq singkong ini.

Reporter : M. Yunus Kedum

Posting Terkait