Hindari ketinggalan dalam pelajaran, guru inisiatif murid, datang ke sekolah satu kali seminggu.

Pesawaran (FS) – dikarenakan masih banyak murid yang belum memiliki fasilitas gadget, serta wilayah yang kurang mendapat sinyal cellular atau blank spot, pihak SDN 16 gedong tataan, desa cipadang, kabupaten Pesawaran, terpaksa mengambil keputusan, murid untuk datang ke sekolah satu minggu sekali,

Hal ini di jelaskan, salah satu guru, Ratna kartika sari, terhadap fajar sumatra ketika berkunjung ke sekolah yang memiliki murid 159 orang tersebut.

“terkait fasilitas belajar mengajar yang tidak memadai, dalam melaksanakan daring, guna menghindari, para murid ketinggalan dalam tiap mata pelajarannya, kami terpaksa menghadirkan para murid, di sekolah, minimal satu kali dalam seminggu, ” ujarnya

Di tambahnya, selain wilayah yang kurang menerima sinyal cellular, ada juga permasalahan faktor ekonomi para wali murid yang kurang mampu, sehingga tidak dapat memfasilitasi anak untuk dapat memiliki gadget, sebagai fasiliras pelaksanaan daring,

“memang di wilayah cipadang, masih ada banyak titik yang tidak terjangkau sinyal cellular, alias blankspot, tapi banyak juga si murid yg belum bisa memiliki gadget, padahal android sebagai sarana utama, delam mengikuti daring,” tambahnya

Diketahui, dalam situasi pembatasan pemberlakuan kegiatan masyarakat, di masa pandemi covid 19, pemerintah mengeluarkan aturan untuk kegiatan belajar tatap muka di masa pandemi covid 19 di tiadakan, namun kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan cara daring,

“karena kondisi, minimal satu kali dalam satu minggu, para murid dapat hadir ke sekolah, walau hanya mengantar dan menerima tugas, sedangkan mengenai jadwal hadir, para wali kelas masing-masing yang menentukan, dan dengan besar harapan, pandemi covid 19 segera berlalu, dan pelaksanaan kbm tatap muka bisa kembali normal, ” harapnya, (dponco)

Posting Terkait