Hiswana Migas dan Pemprov Gelar Sidak

BANDARLAMPUNG – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Provinsi Lampung, menggelar inpeksi mendadak (sidak) bersama tim dari pertamina, dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, ke beberapa restoran di kota Bandarlampung, Senin (22/5).

Kabid Humas Hiswana Migas, Tri Purnomo, menegaskan, tim yang dipimpinnya mendapati restoran pindang riu yang berada di Jalan Pangeran antasari, Bandar Lampung menggunakan puluhan tabung gas elpiji 3kg. Pihaknya kemudian memberikan peringatan kepada pengelola restoran untuk menggunakan gas elpiji non subsidi yaitu 12 kg atau 5,5 kg.

Baca Juga:  Dendi Pergoki Indisipliner Pegawai

“Tujuan sidak ini supaya masyarakat menengah kebawah bisa pakai elpiji 3 kg. Elpiji 3 kg ini tidak pernah langka, hanya saja rantai distribusinya agak mampet,” ujarnya, Rabu (24/5).

Ia menegaskan hotel, restoran, dan kafe (horeka) akan diberikan sanksi tegas jika tidak mengindahkan larangan menggunakan tabung gas elpiji 3 kg. “Jadi sebenarnya tidak ada kelangkaan gas elipiji 3 kg, hanya saja peruntukanya yang tidak sesuai, kadang digunakan oleh pengusaha yang bukan masyarakat kecil,” imbuhnya.

Baca Juga:  Hari Pertama Bertugas, Arinal Sidak OPD

Masih jelasnya, disparitas harga yang cukup besar antar tabung gas elpiji membuat beberapa pengusaha horeka masih menggunakan tabung gas elpiji 3 kg. Adapun harga isi tabung gas elpiji 12 kg senilai Rp130 ribu, 5,5 kg Rp65-Rp70ribu, dan 3 kg senilai Rp16.500.

Pihaknya berharap ada kesadaran dari para pelaku usaha untuk tidak menggunakan gas elpiji 3kg, apalagi mengingat telah ada produk gas elpiji  5,5 kg.

“Kami minta kesadaran penggunaan gas elpiji ini. Tabung elpiji 3 kg hanya untuk rumah tangga dan usaha mikro. Jika pengusaha masih membandel dan kembali melanggar setelah diberikan peringatan, kami akan merekomendasikan agar izin usahanya dicabut,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dendi Sidak Pelayanan Masyarakat

Sementara itu, Sales Excecutive Pertamina Lampung, Widhi Hidayat, menghimbau pangkalan dan agen gas elpiji agar memasang jumlah stock dan daftar harga.

“Elpiji 3 kg adalah lpg bersubsidi untuk rumah tangga dan usaha mikro. Kami sudah sebarkan surat edaran agar agen memasang daftar dan harga jual agar sesuai HET,” tandasnya.(Zn)

Sidak

Posting Terkait