Hoaks Meningkat, Wakapolda Ajak Masyarakat Santun Bermedsos

Foto: Ist

KRUI – Jelang Pemilu bersama 17 April 2019 mendatang, hoaks (berita bohong) makin meningkat mengisi laman media sosial (medsos).

“Ujaran kebencian dan hate speech yang dilakukan melalui media sosial sudah kian meningkat,” kata Wakapolda Lampung Brigjen Pol Teddy Minahasa pada dialog interaktif di Lamban Yoso Kabupaten Pesisir Barat, Selasa (2/4).

Acara tersebut diselenggarakan Polda Lampung bekerja sama dengan salah satu lembaga penyiaran publik di Lampung.

Sebagai narasumber Talk show yang bertemakan “Santun Bermedsos” tersebut M. Tio Aliansyah dari Komisioner KPU Lampung, Kombes pol Shoberman dari Polda Lampung dan Yusdiyanto dari Pengamat Hukum Universitas Lampung. Yang juga Acara tdihadiri Bupati Lampung Barat, Bupati Pesisir Barat, Wakil Bupati Pesisir Barat, Hendri Yosodiningrat, Forum Komunikasi Umat Beragama, Unsur Muspida, Organisasi Kepemudaan dan kaum melineal.

Dalam kesempatan tersebut Wakapolda Teddy mengajak semua pihak temasuk generasi mellineal untuk cerdas menggunakan media sosial, sampaikan berita yang baik dan jangan sampaikan berita yang menggandung konten kebohongan (hoaks) apalagi memiliki unsur ujaran kebencian.

Baca Juga:  Milenial Tuba Diminta Tak Terpengaruh Berita Hoaks Pilkada

“Untuk itu mari kita laksanakan dan sukseskan pemilu kali ini secara aman, sejuk dan bertangungjawab melalui santun bermedia sosial,” ajak Teddy.

Sementara, Komisioner KPU Lampung M Tio Aliansyah menyamapaikan, dalam persiapan pemilihan yang sudah menghitung hari KPU Lampung dan jajajarannya sampai ke tingkat desa telah mempersiapkan logistik dan perangkat pemilihan, menerangkan syarat pindah tempat pemilihan, dan menyerukan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dan menyukseskan penyelenggaraan pemilu. Apalagi pemilu kali ini dilakukan secara bersama yaitu pemilu presiden dan wakil presiden dan pemilu legislative (memilih anggota DPD, DPR, DPRD Prov. DPRD Kabupaten/Kota).

AKBP Sobarmen mengatakan, berita hoaks sangat berbahaya karena bisa memecah belah bangsa, mengganggu kebhinekaan dan keutuhan NKRI. Untuk generasi millenial agar cerdas dan santun menggunakan media social.

Baca Juga:  Bawaslu: 12 Provinsi Berikut Rawan Penyebaran Hoaks

“Bila menerima atau menulis status dimedia sosial agar dicermati tidak boleh asal percaya dan menshare berita, segera diputus apakah berita tersebut bisa dipercaya apa tidak, lalu apakah berita tersebut disampaikan oleh media terpercaya serta apakah berita terbut merupakan berita yang memiliki unsur hoaks,” terang Shobarmen.

Karena, lanjut Shobarmen, menurut UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE, Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Akademisi Fak. Hukum Unila, Yusdiyanto mengatakan pemilu merupakan pilar demokrasi, maka diperlukan untuk mengawal demokrasi. Karena suksesnya pemilu ditentukan oleh penyelenggaara pemilu (KPU dan Bawaslu), tingkat partisipasi masyarakat dan TNI dan Polri dalam mengamankan pemilu dari pra, saat dan pasca pemilu. Ada tiga tantangan yang pemilu 2014 dengan pemilu 2019, pemilu kali ini nampak mengerasnya demokrasi melalui politik identitas, ujaran kebencian, dan kampanye hitam.

Baca Juga:  Gubernur Ridho: Pemilu Tahun Ini Berikan Dampak Psikologis Cukup Berat

“Diera kampanye kali ini black campaign dan negative campaign kian terasa dan cenderung meningkat, untuk itu khususnya generasi milineal untuk tidak mudah terhasut dan mari santun bermedia sosial,” kata Yusdianto.

Hendri Yosodiningrat, yang hadir diacara tersebut mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh polda Lampung dan jajarannya dalam hal mensosialisasikan penyelengaraan pemilu yang sudah kian dekat, acara semacam ini baru satu-satunya yang ada di Indonesia. Dan mampu berjalan di seluruh pelosok wilayah Lampung, untuk itu pihak mengajak untuk menjaga dan mensukseskan pemilu bersama dengan penuh kecerian dan kebahagian tanpa ada rasa ingin merusak Pesta Demokrasi bangsa. (*)

Hoaks Pemilu Wakapolda Lampung

Posting Terkait