Hypermart Store Jual Makanan dan Sayuran Kadaluarsa

BANDARLAMPUNG,- Peringatan bagi masyarakat jika berbelanja kebutuhan selama bulan Ramadhan harus lebih berhati-hati lagi, Pasalnya, Tim Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) masih menemukan banyak makanan yang  tidak layak jual dan bahkan kadaluarsa.

Tengoklah ketika tim melakukan pemeriksaan di Hypermart Store di Jalan Kartini, Bandarlampung, Senin (5/6) siang. Dari pemeriksaan,  petugas menemukan sejumlah makanan dan sayuran tidak layak jual.

Di bagian sayuran saja, petugas sedikitnya menemukan 11 item makanan yang tidak layak jual, apakah itu karena mengalami pembusukan atau karena sudah sayuran tersebut sudah berjamur sehingga petugas memutuskan menarik barang tersebut dari display penjualan.

Sayuran yang ditarik mencakup paprika, cabe merah, anggur, terong sayur, pare hijau, timun dan lainnya. Sementara di bagian lain, petugas juga menemukan beberapa makanan yang kedapatan kadaluarsa, semisal bakso dan sosis.

“Semua barang ini akan ditarik dan kita buat berita acara untuk segera dimusnahkan,” kata Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Bandar Lampung, Asnah Tarigan dalam keterangannya pada wartawan usai pemeriksaan, Senin, (5/6).

Meski masih banyak menemukan makanan yang tidak layak jual, namun Asnah masih menilai penjualan di supermarket ini sudah lebih baik. “Karena secara umum tidak banyak makanan yang kadalursa dan berbahaya bagi kesehatan,” katanya.

Di tempat yang sama, Departemen Manager Hypermart, Abdul Rohim mengklaim ini sebagai kelalaian petugasnya.

“Petugas kami cuma satu di bagian ini sehingga sulit sekali untuk memonitor barang yang jumlah banyak. Kami akan segera memperbaikininya,” kata Abdul.

Diketahui, dalam sidak kemarin, Tim Intensifikasi Pengawasan Pangan Selama Bulan Ramadhan ini dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok ! menyusur Hypermart, Gelael, Toko Aladin, Chandra Sudirman..

Kemudian kelompok II menyasar Chandra Supermarket Tanjungkarang, Ramayana dan toko penjual makanan lainnya. Sementara kelompok III  menyusuri Superindo, Istana Buah, Dian Parsel, Mahkota Parcel, dan Mall Bumi Kedaton (MBK).

Selain tiga kelompok ini, ada juga tim mobil lab keliling yang menyusur makanan dan takjil di Pasar Wayhalim.

Penanggungjawab kegiatan, Firdaus Umar, menjelaskan,  pemeriksaan makanan akan dilakukan rutin selama Bulan Ramadhan hingga mendekati Lebaran. Ini untuk memastikan makanan dan minuman, maupun parcel yang dijual aman bagi kesehatan masyarakat.

“Kita berharap penjual bisa segera memperbaiki makanan yang tidak layak jual,” katanya.(JI)

Hypermart Store Sayusan Tak Layak Jual

Posting Terkait