Ini Peran Imam Sudrajat Untuk Ahmad Bastian Dalam Proyek Lamsel

Bandar Lampung – Saling kompak dalam memperlancar kasus fee proyek PUPR Lampung Selatan, Peran imam Sudrajat untuk membantu Ahmad Bastian dan Boby zulhaidir dalam mendapatkan sejumlah proyek yang di Tafsir puluhan milyar.

Dalam kesaksian imam mengaku, dirinya di panggil oleh Ahmad Bastian untuk bekerja sama dalam mengumpulkan sejumlah proyek untuk mengikuti lelang di Lamsel, yang di Duga hanya untuk formalitas dalam proses pelelangan tersebut.

“Awalnya saya di tawarkan oleh Ahmad Bastian untuk bekerja dengannya,katanya di gaji tetapi dengan syarat perusahaannya di pinjam olehnya, dalam pertemuan itupun ada Boby zulhaidir , “kata iman di PN Tanjung karang. Rabu (07/04) lalu

Selanjutnya, imam menjelaskan bahwa dirinya di minta untuk mancarikan sejumlah perusahaan yang bisa ikut lelang di PUPR Lamsel.” Nanti lo bantu gua imam kalo gua kurang perusahaan lu carikan, untuk mengikuti lelang di Lamsel sejumlah 12 perusahaan,”Jelas imam kepada JPU

Untuk itu, imam juga menerangkan soal pembayaran dan sejumlah biaya operasional di lapangan setelah mendapatkan PT tersebut.

“Semua operasional seperti bensin dan lainnya di tanggung oleh Bastian, dan untuk perusahaan yang di pinjam di berikan satu persen dari nilai kontrak dan di potong PPH, “jelasnya

Setelah itu, saya mendapat sejumlah perusahaan yang di inginkan olehnya pada tahun 2017 .

” Setelah saya mendapatkan perusahaan yang bisa ikut lelang, saya minta soft copy dokumen, dan saya kumpulkan serahkan dokumen itu ke panitia Dinas PU Lamsel untuk mengikuti lelang atas perintah Bastian, “jelasnya

Ketika JPU menanyakan, terkait regulasi penyerahan seperti apa” Ya seharusnya kontraktor yang mengupload dokumen itu, “katanya

Kemudian, JPU memperjelas BAP miliknya poin 8 huruf c menyebutkan bahwa memenangkan proyek di tahun 2017 senilai Rp 38.936.912 milyar atas 12 paket

” Dan untuk di tahun 2018 mendapatkan 15 paket dari pelelangan senilai Rp.77 milyar, “tandasnya

Sementara, DPD RI Ahmad Bastian saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp meski terkirim memilih tidak membalas dan memblokir. Padahal awak media berupaya memberikan ruang agar berita yang akan diterbitkan berimbang berdasarkan keterangan saksi.

Posting Terkait