Iriana Jokowi Sosialisasi Bahaya Narkoba di Pesawaran

GEDONGTATAAN – Ribuan pelajar yang terdiri Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) se- Provinsi Lampung mengikuti kegiatan sosialisasi bahaya narkoba, bullying dan hoax, yang dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Jokowi bersama Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Rabu (12/12).

Dalam kegiatan yang dipusatkan di gedung Graha Adora, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Ibu Negara menyapa secara langsung para pelajar yang berkumpul, dan menanyakan sejauh mana pemahaman para murid tentang bahaya narkoba.

Baca Juga:  Dewan Kota Desak Pemkot Galakan Sosialisasi Bahaya Narkoba

“Apa kabar anak-anak, apakah anak-anak sudah diberikan sosialisasi narkoba. Kalau sudah ibu mau tanya, coba jelaskan ciri-ciri pengguna narkoba,” tanya Iriana yang langsung dijawab salah satu siswa, Rabu (12/12).

Dalam kegiatan tersebut, ribuan pelajar juga  mengikrarkan lima point yakni senantiasa  bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kedua menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD.

Baca Juga:  Bustami Zainudin Gencar Sosialisasi Bahaya Narkoba

Ketiga Menolak narkoba dan sejenisnya sepanjang hayat dikandung badan, keempat menolak segala berita hoak dan ujaran kenbencian dalam kehidupan sehari hari, dan yang terakhir meonolak aksi kekerasan dalam pergaulan di lingkungan rumah, sekolah, maupun dilingkungan masyarakat.

Dalam kegiatan yang digagas Organisasi Aksi Solidaritas Era kabinet kerja (Oase) tersebut, Iriana Joko Widodo dan Mufidah Jusuf Kalla beradialog dengan sejumlah siswa. Dimana dalam dialog tersebut, Ibu Negara menanyakan sejauh mana pemahaman siswa siswi tentang bahaya narkoba, bullying dan hoaks.

Baca Juga:  Yusuf Kohar Beri Penyuluhan Tentang Bahaya Narkoba

“Dan siapa yang bisa menjawab, nanti akan ibu berikan hadiah berupa laptop, dan hadiah lainnya bagi yang dapat menjawab pertanyaan dari ibu,” paparnya.

Diketahui, dalam kegiatan tersebut tampak hadir Ketua TP PKK Provinsi Lampung Apriliani Yustin Ridho Ficardo, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona para pejabat lingkup Provinsi dan Kabupaten Lainnya. (MH/PS)

Bahaya Narkoba

Posting Terkait