Isbedy Stiawan Luncurkan Buku Puisi Terbaru

BANDAR LAMPUNG – Penyair nasional asal Lampung yang amat produktif, Isbedy Stiawan ZS, meluncurkan buku puisi terbarunya. Kali ini buku puisi yang diluncurka Isbedy berjudul “Kepada Para Toewan”, terbitan Agustus 2018.

Isbedy menjelaskan, saat ini buku setebal 134 halaman (xvi) dan ukuran 140×210 cm sedang proses cetak.

Buku puisi Isbedy Stiawan ZS ini didesikasi pada sejumlah tokoh yang disebutnya “toewan” ataupun kenangan pada tokoh, dan dihimpun menjadi “Kepada Para Toewan”, diterbitkan Siger Publisher Lampung.

Menurut Isbedy, “Kepada Para Toewan” adalah buku kedua diterbitkan pada 2018.

Sebelumnya, jelas Isbedy, kumpulan puisi “Di Alunalun itu Ada Kalian, Kupukupu, dan Pelangi” pada Mei 2018 sebagai kado 60 tahun kelahirannya.

“Alhamdulillah saya masih diberi kesehatan, kreativitas, dan produktif berkarya. Puisi-puisi dalam buku ‘Kepada Para Toewan’ ini saya buat dari 2017 dan 2018,” kata penyair berjuluk Paus Sastra Lampung ini.

Pengampu Lamban Sastra ini menjelaskan, buku puisi sebelumnya sudah terjual lebih dari 200 eksemplar habya lewat media sosial facebook (FB).

“Saya juga berharap ‘Kepada Para Toewan’ ini mendapat sambutan yang bagus dari pembaca. Apalagi sejumlah tokoh real ataupun rekaan tersebut di puisi-puisi ini,” katanya, Minggu (20/8).

Buku puisi “Kepada Para Toewan” memuat puisi yang judulnya menggunakan kata kepada toewan, seperti “Kepada Toewan Bach” (wagub Lampung Bachtiar Basri), Mendrofa (Ilham Mendrofa), Ade Yunarso, Segan Petrus, Yozi Rizal, Hurgronje, Mahathir, Nuh, Ade Utami, Ferdi Gunsan, Fauzi Hasan, HAS (Heri Agus Setiawan, ketua DPRD Tanggamus),  Handry TM, Alfarizie, Irba, Bayu, Dian, Oyos.

Kemudian Ikhsan, Trump, Barboy, Zaki, Malim, Hus (penyair yang anggota DPRD Kepri), Juwe, Kim, BEW, Yadi (Supriyadi Alfian),  Fajar, Mawan, Halim, Kahfie, Slauerhoff, Conie, Himawan Imron, Tardji, Hadi, Leak, Kuyut, dan toewan-toewan lainnya.

Dikatakan Isbedy, ia sengaja menuliskan “toewan” dengan ejaan lama, demi mendapat efek keunikan.

“Seharusnya ejaan lama untuk tuan itu ditulis ‘toean’ namun sengaja saya menulisnya  ‘toewan’ ada huruf ‘w’,  sekali lagi biar unik saja,” jelas Isbedy yang akan tampil bersama Sapardi Djoko Damono pada sebuab seminar di Unila 27 Agustus mendatang.

Masih kata Isbedy, kedua buku puisinya yang terbit 2018 itu akan pula diluncurkan di Rumahhitam, Batam, 15 September 2018.

“Saya diundang RBB Rumahitam sebagai teraju utama. Ini jemputan yang saya nilai prestise. Saya harus datang dan membawa 2 buku puisi saya yang terbaru,” katanya. (*)

Isbedy Stiawan

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan