Jadi Kurir Sabu, Warga Durian Payung Terancam 12 Tahun

Ilustrasi

BANDARLAMPUNG – Warga Durian Payung, Bandarlampung, dituntut penjara selama 12 tahun lantaran kedapatan menjadi kurir sabu melebihi 5 gram. Oleh Jaksa ia pun dikenakan pidana denda sebesar Rp1 Miliar.

AM  menjalani sidang lanjutannya di Pengadilan Negeri Tanjungkarang dengan agenda  pembacaan tuntutan dari jaksa atas perkara penjual narkotika jenis sabu.

Kurir sabu ini dihadapkan didepan majelis hakim yang dipimpin oleh hakim Ketua Siti Insirah bersama dengan Zainal Musttaqin, seorang pelanggan setianya dalam transaksi pembelian sabu yang kali ini juga dibacakan tuntutannya oleh Jaksa dari Kejaksaan Negeri Bandarlampung.

Dalam sidang kali ini, jaksa menjerat keduanya dengan pasal yang berbeda yaitu pasal 114 ayat 2 untuk terdakwa AM sebagai kurir dan pasal 114 ayat 1 untuk terdakwa ZM sebagai pembeli narkotika.

Kepada terdakwa AM, Jaksa pun menuntut penjara selama 12 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar dengan subsidair denda selama 6 bulan serta kepada terdakwa ZM jaksa menuntutnya untuk menjalani hukuman pidana penjara selama 6 tahun dan dikenakan denda sebesar Rp800 juta dengan subsidair denda yaitu kurungan penjara selama 4 bulan.

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa pada sidang sebelumnya, terdakwa AM sekira Juni 2019 lalu berharap mendapatkan keuntunngan dengan membeli narkotika jenis sabu seharga Rp9 juta yang ia beli dari seorang warga Kaliawi berinisial KJ dan kembali ia jual menjadi paket kecil kepada ZM.

Namun saat bertransaksi dengan ZM di rumah terdakwa AM, keduanya tertangkap oleh petugas BNN yang telah lama curiga dan melakukan pengintaian terhadap terdakwa AM.

Sementara sidang lanjutan dari perkara ini akan kembali digelar pada pekan depan dengan agenda sidang yaitu pembacaan putusan oleh majelis hakim untuk keduanya. (TN)

Duriang Payung Kurir Sabu Terancam 12 Tahun

Posting Terkait