Jaksa Agung Burhanuddin Terbitkan Surat Edaran Untuk Bersiap Hadapi Kondisi New Normal

Jaksa Agung Burhanuddin Terbitkan Surat Edaran Untuk Bersiap Hadapi Kondisi New Normal

Jaksa Agung Burhanuddin.

Jakarta – Kejaksaan Agung menerbitkan Surat Edaran (SE) dalam rangka mewujudkan kondisi new normal di lingkungan kerja kejaksaan pada daerah yang telah atau belum ditetapkan prosedur Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) pada Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan SE itu dimuat dalam SE Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 tanggal 28 Mei tentang panduan keberlangsungan kegiatan pelayanan publik pada kondisi new normal di tengah wabah Covid-19.

Menurut Hari Setiyono SE itu ditujukan kepada para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan, para Kepala Kejaksaan Tinggi, para Kepala Kejaksaan Negeri dan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri beserta jajaran di bawahnya.

“Dimaksudkan sebagai acuan bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia terkait upaya mitigasi dan kesiapan tempat kerja seoptimal mungkin sehingga dapat beradaptasi melalui perubahan pola hidup pada situasi new normal. Juga untuk mendukung keberlangsungan kegiatan pelayanan publik,” jelas Hari Setiyono, 3 Juni 2020.

Untuk mewujudkan kondisi new normal, perlu ada hal yang harus diperhatikan sesuai dengan isi SE tersebut.

Di antaranya, menerapkan protokol kesehatan dan physical distancing yang ketat sebagai berikut :

A. Menghindari pemakaian aksesoris, seperti kalung, gelang dan jam tangan;

B. Selalu mengenakan masker dan membawa hand sanitizer atau sabun cuci tangan pada waktu bepergian;

C. Apabila menggunakan transportasi publik, agar menghindari untuk berjabat tangan, tidak menyentuh muka terutama mata, hidung dan mulut, menjaga jarak dengan penumpang lain dan jika berkendara dengan mobil pribadi agar membuka jendela mobil untuk sirkulasi udara yang lebih baik;

Baca Juga:  Wakil Kejagung Tutup Baksos di Tanggamus

D. Apabila berada di ruang publik, agar menghindari tempat kerumunan, menjaga jarak fisik minimal 1 meter sampai dengan 2 meter, selalu menggunakan masker lebih baik masker kain, menggunakan face shield, menggunakan tisu ketika bersin atau batuk lalu membuang langsung tisu ke tempat sampah, dan sering mencuci tangan dengan air yang mengalir dengan sabun selama 20 detik atau hand sanitizer dengan alkohol minimal 60 persen;

E. Pada saat memasuki kantor agar dilakukan pengecekan temperatur suhu badan dengan normal maksimal 37,3 derajat Celcius, membersihkan alas sepatu dengan disinfektan, mencuci tangan dengan air yang mengalir dengan sabun selama 20 detik atau hand sanitizer  dengan alkohol minimal 60 persen, membersihkan meja kerja dan perlengkapan kerja dengan disinfektan, menghindari berbagi penggunaan alat kerja, menghindari rapat tatap muka secara langsung dengan melakukan kegiatan virtual meeting melalui sarana zoom meeting atau video call atau video conference;

F. Dalam hal pegawai memiliki riwayat kontak erat dengan orang yang dinyatakan Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pemantauan (PDP) atau konfirmasi Covid-19 seperti berjabat tangan, berbicara, berada dalam satu ruangan, satu rumah dan atau pernah mengalami demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak nafas dalam 14 hari terakhir, maka yang bersangkutan tergolong pada risiko besar. Untuk itu terhadapnya tidak diperkenankan sementara masuk kantor dan segera dilakukan investigasi, pemeriksaan melalui koordinasi dengan petugas kesehatan, fasilitas layanan kesehatan;

Baca Juga:  PLN Gandeng Kejaksaan Agung Tuntaskan Program 35.000 MW

G. Untuk pegawai yang memiliki risiko kecil sampai sedang yakni pernah keluar rumah, tempat umum seperti pasar, fasilitas layanan kesehatan, kerumunan orang dan tempat kerumunan lainnya, pernah menggunakan transportasi umum dan atau pemah melakukan perjalanan ke luar kota daerah, internasional yang terjangkit, zona merah, maka pegawai yang bersangkutan tetap masuk bekerja dengan ketentuan terhadapnya terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan suhu tubuh pada pintu masuk kantor dan apabila didapatkan suhu 37,3 derajat Celsius agar dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan. Jika dipastikan tidak memenuhi kriteria OTG, ODP atau PDP maka pegawai dapat masuk bekerja;

H. Ketika meninggalkan kantor agar mengganti pakaian dan sepatu yang digunakan pada saat bekerja dengan pakaian dan sepatu yang baru, memasukkan pakaian dan sepatu yang kotor ke dalam kantong plastik, dan mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir atau hand sanitizer sebelum dan sesudah menyentuh pakaian yang kotor;

I. Pada saat memasuki rumah, agar mengganti alas kaki setiba di rumah, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, mencuci langsung pakaian yang kotor dengan deterjen, mandi dan cuci rambut sebelum berinteraksi dengan keluarga;

J. Bagi pegawai perempuan yang tidak berhijab agar menata rambut dengan cara dikuncir ke arah belakang.

Hari melanjutkan, pimpinan satuan kerja di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia yang daerah hukumnya telah atau belum ditetapkan PSBB menjamin pelaksanaan protokol kesehatan dan physical distancing dengan melakukan hal sebagai berikut :

Baca Juga:  Pajak Alat Berat PT SGC di Balik MoU Pemprov dan Kejati Lampung Soal Datun

A. Menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer dengan konsentrasi alkohol minimal 60 persen di tempat-tempat yang diperlukan seperti pintu masuk, ruang meeting, pintu lift, dan lain-lain;

B. Menata meja dan kursi pada masing-masing ruangan dengan menerapkan physical distancing;

C. Menyediakan asupan nutrisi, buah-buahan dan suplemen vitamin C untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh;

D. Memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan menggunakan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan disinfektan yang sesuai, terutama pada pegangan pintu dan tangga, tombol lift, peralatan kantor yang digunakan bersama, area dan fasilitas umum lainnya ;

E. Mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui Pola Hidup Sehat dan Perilaku Bersih dan Sehat (PHBS), sebagai berikut, cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS); membudayakan etika batuk dengan menutup mulut dan hidung menggunakan lengan atas bagian dalam atau tisu; melakukan olah raga secara rutin dan taratur; makan makanan dengan gizi seimbang; menghindari penggunaan alat pribadi secara bersama, seperti alat sholat, alat makan dan lain-lain.

F. Memastikan persentase kehadiran pegawai di ruangan tidak lebih dari 50 persen dari jumlah pegawai pada unit kerja.

“Pimpinan satuan kerja diberikan tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pemantauan dan mengawasi pelaksanaan surat edaran ini pada satuan kerjanya masing-masing serta melaporkan secara berjenjang kepada pimpinan,” tandas Hari Setiyono. (Ricardo Hutabarat)

Kejaksaan Agung New Normal Kejaksaan

Posting Terkait