Jaksa Tuntut Fahri 14 Tahun Penjara

BANDARLAMPUNG—Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Fahril (46) warga Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Bandarlampung, selama 14 tahun dan 6 bulan karena kepemilikan 100 butir ekstasi dan 11 gram sabu. Hal tersebut tertuang dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Bandarlampung, Selasa (6/6).

“Selain hukuman 14 tahun dan 6 bulan penjara, terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp1 miliar subsider enam bulan hukuman penjara,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mita Nesthesia di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandarlampung.

Jaksa menilai terdakwa melanggar pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika. Menanggapi tuntutan jaksa, penasehat hukum terdakwa Tarmizi mengatakan, akan menyampaikan pembelaan karena tuntutan hukuman itu terlalu tinggi. “Terdakwa mengakui perbuatannya melanggar hukum, tetapi tanpa kita sadari yang bersangkutan adalah korban peredaran narkoba,” jelaanya.

Baca Juga:  Jaksa Dampingi 3 Proyek Vital

Ia juga menambahkan, dari fakta persidangan, kliennya terpaksa menjadi pengedar narkoba karena terdesak kebutuhan dan harus mencari uang untuk mengobati sakitnya. “Karena terdakwa sakit sehingga secara kejiwaan mengalami keputusaan sehingga dia berbuat demikian karena sakitnya yang tidak kunjung sembuh, jelasnya,” pungkasnya.

Dalam sidang sebelumnya, JPU Mita Nesthesia menjelaskan, perisitwa ini berawal pada 18 Desember 2016, terdakwa sedang berada di pinggir Jalan Diponegoro–depan pintu masuk Hotel Marcopolo– membeli 50 butir pil ekstasi berwarna merah, 50 butil pil ekstasi berwarna biru dan satu plastik kecil berisikan 11 gram sabu-sabu senilai Rp 25 juta. Barang yang dibeli dari Mas Bro ini yang selanjutnya terdakwa edarkan di Kota Balam.

Baca Juga:  Jaksa Kawal Proyek PLN

Namun, Tim Opnal Direktirat Polda Lampung menangkap tersangka di kediamannya di Jalan Yos Sudarso No. 93 RT 02, Kelurahan Panjang Utara, Panjang-Balam, dan ditemukan satu plastik besar jenis sabu-sabu seberat 9,40 gram, 4 clip kecil seberat 1,98 gram, satu plastik besar berisi 50 butir ekstasi warna biru, satu plastik besar berisi 50 butir pil extasi warna merah.

Baca Juga:  Dang Ike Bertekad Selaraskan KPK-Polri-Jaksa

Berdasarkan hasil pemeriksaan Lab di laboraturium BNN Provinsi Lampung No. 225AA/I/2017 disimpulkan pil berwarna merah dan biru berlogo WB dan Channel mengandung MDMA/Fenetilamina dan terdaftar dalam golongan 1. (HL)

Jaksa

Posting Terkait