Jual Batu Tanpa Izin, 3 Warga Lamsel Dipenjara Dua Tahun

Tinus | Fajar Sumatera

BANDAR LAMPUNG – Tiga orang warga Lampung Selatan (Lamsel) disidangkan lantaran telah melanggar Undang Undang pertambangan, yang telah mengeruk dan menjual batu tanpa adanya izin yang sah dan harus menerima tuntutan jaksa selama dua tahun penjara.

Ketiga terdakwa yaitu SM, KS serta MD, harus didudukan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjung Karang, akibat melakukan kegiatan pertambangan di sebuah lahan, di wilayah Ketapang, Lamsel, tanpa adanya izin pertambangan dari pemerintah.

Baca Juga:  Terdakwa Narkoba Nangis Minta Keringan Hukuman

Lantaran kegiatan yang mereka lakukan tidak disertai IUP, IPR dan IUPK, jaksa pun akhirnya menuntut ketiga terdakwa dengan mengenakan pasal 158, Undang Undang RI Nomor 4 tahun 2009, tentang pertambangan mineral dan batu bara, junto pasal 55 ayat 1  ke 1 KUHP.

“Menghukum ketiganya dengan hukuman pidana penjara selama 2 tahun, serta diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp50 juta, dengan subsidair denda yaitu penjara selama 2 bulan,” ungkap Jaksa Kadek Dwi Agus, dalam persidangan.

Baca Juga:  Sibron Azis & Kardinal Dituntut 3 Tahun Penjara

Diketahui, dalam dakwaan yang dibacakan oleh jaksa pada sidang sebelumnya, sekitar tahun 2018 lalu terdakwa SM sebagai penggali batu yang dibantu oleh terdakwa KS, diminta untuk melakukan kegiatan penambangan batu oleh terdakwa MD di lahan miliknya, dengan bermodal izin dari warga setempat dan kepala desa serta Camat Ketapang.

Kemudian batu – batu tersebut dijual oleh Sumarno ke PT Wijaya Karya Beton Tbk, dengan harga Rp50 ribu per kubiknya, dengan pembagian hasil sebesar Rp10 ribu per kubiknya untuk terdakwa Madyani sebagai pemilik lahan.

Baca Juga:  Bunuh Mantan Istri Lantaran Cemburu

Hingga adanya pengaduan dari masyarakat yang geram dengan adanya kegiatan penambangan tersebut ke Polda Lampung dan akhirnya ditangkap ketiga terdakwa oleh tim Ditreskrimsus Polda Lampung.

Sementara sidang lanjutan akan digelar pada pekan depan, dengan agenda sidang yaitu pembacaan surat amar putusan dari majelis hakim.(TN)

PN Tanjung Karang Tambang batu

Posting Terkait