Kades Bayasjaya Segera Dipolisikan

Pesawaran (Fs) – Terkait ada nya dugaan penyimpangan dana insetif Marbot dan penjaga makam serta Guru Ngaji Desa Bayas jaya kecamatan way khilau Kabupaten Pesawaran, yang di indikasi di Tilep oknum kepala desanya, sejumlah masyarakat yang gerah karena namanya tercantum tetapi tidak menerima dana insentif, dalam waktu dekat akan segera melaporkan kejadian yang menimpa mereka ke kepolisian.

hal itu di sampaikan Nurdin,mewakili sejumlah masyarakat yang nama nya tercantum sebagai penerima dana insetif Warga Bayas jaya, sebagai Marbot di desa Bayasjaya, yang menurutnya pada tahun 2020, diri nya tercantum sebagai penerima dana insentif sebagai Marbot sebesar Rp.1.200.000 untuk enam bulan tetapi diri nya tidak pernah menerima dana tersebut.

“jujur mas saya juga sempat heran kenapa saya tercantum sebagai Marbot dan telah menerima dana insetif tersebut,karena terdapat tanda tangan saya sebagi bukti bahwa saya telah menerima dana insetif itu,padahal sepeser pun saya tidak pernah menerima uang Insentif itu,baik dari kepala desa atau pihak desa,”ujar Nurdin.

Parah nya,kata Nurdin lagi,dalam berkas bukti penerimaan dana insentif tersebut terdapat tanda tangan saya,Padahal saya tidak pernah menadatangani apa pun terkait dana insentifnya sebagai Marbot,karena menurut nya bukan sebagi Marbot di desa nya.

“parah nya lagi,ada tanda tangan atas nama saya sebagi salah seorang penjaga marbot yang menerima dana insentif yang di anggarkan oleh dana desa (DD) dan Angaran dana Desa (ADD) pada tahun 2020,jelas jelas ini merupakan pemalsuan,sudah nama saya di cantumkan,dan tanda tangan di duga di palsukan,dan parah nya lagi saya pun tidak pernah menerima dana insentif itu,”Cetusnya seraya mengatakan bahwa diri nya bersama sama masyarakat Bayas jaya akan melapor kan permasalahan tersebut kepada pihak berwajib.

sementara itu hal senada juga di sampaikan oleh salah seorang masyarakat Bayas jaya yang nama nya Engan di sebutkan karena alasan Takut, bahwa dirinya selama selama bertahun tahun adalah penjaga makam,tapi nama nya tidak tercantum sebagi penerima dana insetif yang di peruntukan bagi penjaga makam.

“lucu lagi, ya saya pak.!,saya sudah bertahun tahun, bertugas sebagi penjaga makam, itu bisa ditanyakan oleh seluruh masyarakat Bayas jaya, justru bisa menjadi penjaga makam atas musyawarah warga yang menunjuk saya, tapi,! Ya nama saya malah tidak tercantum sebagai penerima dana insentif penjaga makam, eh malah nama orang lain yang tercantum sebagi penjaga makam, dan tanpa alasan yang jelas, kini saya di berhentikan, karena alasan bergantian,”keluh pria tengah baya meceritakan kekecewaannya.(Dponc)

Posting Terkait