Kasus Penipuan Pajak Hadirkan Enam Saksi


Bandar Lampung – Sidang perkara penipuan pajak yang di lakukan oleh terdakwa Joko Sudibyo kembali di gelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandarlampung. Dengan menghadirkan 6 saksi.

Saksi diantaranya, Direktur PT Sumber Urip Sejati Utama Sugiarto Hadi, Mantan Staf PT Sumber Urip Sejati Utama Susi Melida, Wiraswasta Yeni Setiawati, Supir dari Sugiarto yakni Sutrisno ,Mantan Direktur Pajak Lampung Rida Handanu, dan Beny Hutagalung.

Sugiarto mengungkapkan, jika terdakwa Djoko Sudibyo pernah meminta ke dirinya Rp. 17 Milyar di hadapan penyidik, agar dirinya selaku Direktur PT Sumber Urip Sejati Utama tidak menjadi tersangka dalam perkara pajak tahun 2010-2011.

“Pak Djoko Sudibyo meminta Rp.17 Milyar di hadapan penyidik dan penyidik hanya diam saja dan saya bilang saya tidak ada uang lagi, uang Rp.17 Milyar itu agar saya tidak jadi tersangka dan akhirnya saya ditahan, “kata Sugiarto usai sidang

Untuk itu, dengan adanya persoalan ini, sambung Sugiarto, dirinya ingin nama baik nya kembali lagi di hadapan publik.

“Saya berharap dengan adanya laporan saya ini di balikin lagi nama baik saya, karena saya sudah menjadi korban, sudah membayar namun saya tetap di tahan, jadi tersangka, “jelasnya

Sementara, Rida Handanu mantan Kepala wilayah Direktur Jendral Pajak Lampung , membantah terkait tanda tangan yang di tunjukkan oleh Jaksa Penuntut Umum, untuk pengurusan pajak PT tersebut.

” Saya tidak tahu sama sekali yang membuat siapa, kalau surat kantor tidak begitu, format nya saja sudah salah, untuk yang membuat surat palsu itu saya tidak bisa memastikan siapa yang membuat, “ungkapnya

Hal senada juga diungkapkan oleh Penasehat hukum terdakwa Djoko Sudibyo menerangkan, terkait adanya tanda tangan Rida Handanu yang di duga di palsukan oleh terdakwa.

“Saya tidak bisa menduga – duga, saya kira untuk mengeluarkan surat itu bukan kewenangan klien kami dan kita juga gak bisa masuk ke wilayah itu, silahkan saja itu di proses oleh hukum, “tandasnya

Posting Terkait