Kejari Metro Gandeng Dispusarda Gelar Literasi Hukum di SMA Negeri 5 Metro

Metro– Kejaksaan Negeri kota Metro bersama Dinas Perpustakaan & Kearsipan kota Metro mengadakan Sosialisasi Literasi Hukum di SMA Negeri 5 Metro, Kamis (25/11/2021).

Kegiatan sosialisasi ini bertemakan
“Meningkatkan Kesadaran Hukum Kalangan Remaja, Melalui Literasi Hukum di Tengah Globalisasi”.

Kepala Kejari kota Metro, Virginia Hariztavianne mengatakan, kegiatan yang berlangsung hari ini bertujuan memberikan sosialisasi hukum bagi siswa-siswi di SMA Negeri 5 Metro.

“Untuk materi yang diberikan ada seputar hukum pidana anak, narkotika, ujaran kebencian (hate speech), dan etika hukum bermedia sosial,” ucap Virginia Kejari Metro kepada Fajarsumatera.co.id, Kamis (25/11/2021).

Kegiatan sosialisasi literasi hukum juga ada yang menarik perhatian kalangan siswa-siswi SMA Negeri 5 kota Metro dari Kejaksaan Negeri kota Metro yaitu mengubah mobil tahanan menjadi Mobil Pustaka Keliling.

Dijelaskan Virginia, kebetulan juga hari ini diadakan Pustaka Keliling.

“Yang mana dari bus tahanan itu diubah menjadi Perpustakaan Keliling. Meskipun, masih difungsikan untuk tahanan. Tapi tetap bisa multi guna bermanfaat,” ungkapnya.

Lanjut Virginia, Kegiatan sosialisasi literasi hukum diharapkan agar seluruh siswa- siswi di kota Metro dapat bersaing di era masa globalisasi ini.

“Karena dengan membaca buku seperti semboyan dari Dispusarda Metro yaitu membaca buku membuatmu tak terkalahkan,” tuturnya.

Sementara itu, Farida Kepala Dinas Perpustakaan & Kearsipan kota Metro mengatakan, Kegiatan hari ini bersama Kejaksaan Negeri Metro melaksanakan sosialisasi literasi hukum dan Pustaka Keliling.

“Mobil pustaka keliling merupakan program milik Kejaksaan Negeri kota Metro yang telah bekerja sama Mou Dispusarda Metro untuk dipinjamkan buku yang ada di perpustakaan dan buku hukum milik Kejari kota Metro bagi siswa-siswi sekolahan yang ada di kota Metro,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Suparni Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Metro mengatakan, kalau berbicara hukum kejari lebih paham tentang hukum. Sehingga memberikan penjelasan sosialisasi ke siswa-siswi benar-benar mengenai substansinya.

“Karena siswa-siswi anak remaja yang masih labil tingkah lakunya, tentunya belum faham betul bagaimana ketika konsekuensi mereka bijak dalam bermedia sosial maupun konsekuensi mereka menyangkut privasi orang lain,” jelasnya.

Lanjut Suparni, “kegiatan sosialisasi ini diharapkan bagi anak-anak bijak dalam bersosial media, mempunyai motivasi, dan menjadi seorang pelajar yang sejati,” pungkas Suparni. (Re)

Posting Terkait