Kejati Tetapkan Mantan Direktur LJU dan Rekanan Tersangka

Bandar Lampung – Terima hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung telah menaikan status dua tersangka pada pengadaan batu dan pasir tahun anggaran 2016 hingga 2018.

Kasipenkum Kejati Lampung I Made Agus Putra Adnyana mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima hasil audit kerugian negara sebesar Rp.3.1 milyar atas dugaan korupsi yang di lakukan oleh Direktur Utama PT LJU berinisial AJU dan pihak swasta berinisial AJY sebagai pihak yang bekerjasama .

“Berdasarkan hasil audit dari BPKP, kerugian negara mencapai Rp.3.158.671.737, sehingga kerugian negara ini menjadi acuan untuk meningkatkan statusnya dalam perkara ini, ” Kata Made. Rabu (13/10)

Untuk itu, kata dia, kasus ini terjadi pada tahun 2016 hingga 2018 yang mana pada saat itu Direktur PT LJU bekerja sama dengan pihak swasta untuk mendapatkan pengadaan batu dan pasir dalam pekerjaan jalan tol.

“Modus kasus ini adalah menggunakan perusahaan batu fiktif yang tidak mempunyai batu dan lahan dengan sistem preorder, ” katanya

Selain itu, setelah adanya audit dari BPKP, kejati pun kini tinggal menyelesaikan berkas para tersangka.

“Penyidik Kejati kini tinggal menyelesaikan berkas terhadap kedua tersangka untuk diteliti syarat formil dan materilnya sebelum dilimpahkan tahap pertama, ” tandasnya.

Posting Terkait