Kemenkeu Akan Evaluasi Dana Otsus Papua

Dokter TNI Posko Satgas Kesehatan Kejadian Luar Biasa (KLB) TNI, tengah mengobati seorang warga kabupaten Asmat, Papua, Kamis (18/1/2018). Di wilayah tersebut diketahui tengah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), di mana banyak warga yang mengidap gizi buruk dan campak. (Foto:Ist)

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengevaluasi penyaluran dana otonomi khusus (otsus) Papua. Hal tersebut menyusul adanya kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo mengatakan, dana otsus Papua sebenarnya telah disalurkan sejak beberapa tahun lalu. Namun, Kemenkeu bisa melakukan evaluasi jika dana tersebut dinilai tidak efektif dalam hal penggunaannya.

‎Dia menuturkan jika dana otsus Papua sudah diberikan beberapa tahun. Namun untuk melihat efektivitas penggunaan dana ini, harus dilihat secara holistik.

“Dari alokasinya, penggunaannya, dan kita selalu mengatakan bahwa tidak hanya input base, tapi juga output impact base. Impact-nya apa?. Otsus Papua kan dananya sudah cukup lama ini. Jadi kita lihat secara komprehensif, ini biasa lah evaluasi dana otsus Papua dan Papua Barat termasuk tambahan dana untuk infrastrukturnya. Kita juga lihat secara holistiknya,” ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, seperti dilansir liputan6.com, Rabu (31/1/2018).

‎Menurut dia, jika terbukti tidak efekif, dana tersebut bisa saja dipotong. Namun hal tersebut harus melalui persetujuan DPR lantaran dananya masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Nanti kita lihat DPR, ini kan hak pemerintah daerah dan ini ada dasar undang-undangnya. Kita enggak bisa main potong gitu saja. Ada ngomong dengan DPR. Kalau misalnya dipanggil dengan DPR, ditanyakan kinerja, output apa, outcome seperti apa, kan ini harus dilakukan. Kalau sampai pemotongan, ini harus dibicarakan dengan DPR, karena ini masuk hak APBN,” dia menuturkan.

Mardiasmo menyatakan, evaluasi ini bukan hanya dilakukan oleh Kemenkeu, tetapi juga oleh kementerian dan lembaga (K/L) terkait. Nantinya hasil evaluasi tersebut akan dibahas agar Papua bisa memperbaiki penggunaan dana otsus tersebut.

“Kita lakukan overall, masing-masing K/L melihat. Dan di dalam evaluasi ini kan ada dana yang masuk ke APBD dan ada dana di luar APBD dari K/L. Namanya dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Masing-masing evaluasi, termasuk Kemenkes apa ada dana ke Papua demi memperbaiki ini,” dia menandaskan. (net/hp)

Evaluasi Dana Otsus Papua

Posting Terkait