Kepala BNN: Saya Perintahkan Tembak Langsung Pengedar Narkoba Tanpa Peringatan

Kepala BNN Komjen Budi Waseso menunjukkan barang bukti kasus peredaran narkotika di Kantor BNN, Jakarta, Kamis (9/11). Dalam pengungkapan ini BNN menyita 220,78 kg sabu, 8.500 butir pil ekstasi dan 10.000 butir Happy Five. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso memerintahkan anggotanya agar bertindak tegas dengan menembak mati setiap pengedar narkoba. Dia menilai, cara itu cukup efektif untuk memutus mata rantai penyelundupan dan peredaran narkoba di Indonesia.

Baca Juga:  BNN Musnahkan Barang Bukti Narkoba Jenis Sabu dan Pil Ekstasi

“Penegakan hukum di Indonesia selama ini kurang tegas dalam hal masalah narkotika. Itu sebabnya Indonesia menjadi negara sasaran bagi 11 negara penyuplai obat-obatan terlarang,” ujar Budi Waseso di Surabaya, Jawa Timur, Kamis 11 Januari 2018.

Untuk itu, sejak menjabat sebagai Kepala BNN, Buwas, sapaan akrabnya, telah membekali anggota BNN dengan pistol.

Baca Juga:  Muchlis Adjie Dikawal Ketat Keluar Dari BNN

“Tidak perlu pakai peluru hampa atau peluru karet. Tidak ada lagi tembakan peringatan bagi pengedar narkoba. Tidak perlu buang-buang peluru lagi. Saya perintahkan untuk tembak langsung tanpa peringatan,” tegas Buwas seperti dikutip Antara dan dilansir dari liputan6.com.

Dia menjelaskan, perintah tembak langsung itu ditanamkan kepada segenap anggota BNN baik pusat maupun daerah karena penyelundup maupun pengedar narkoba selalu memperbarui modus demi dapat meloloskan suplai dari luar negeri.

Baca Juga:  Lapas Waygelang-BNN Tandatangani MoU

Lebih lanjut Buwas mengapresiasi tindakan tegas yang telah dilakukan anggota BNN Provinsi Jawa Timur saat melumpuhkan gembong narkoba setelah melalui kejar-kejaran menggunakan kendaraan mobil dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sekitar sepekan yang lalu.

Dia menyebut, gembong narkoba berinisial HMD yang dilumpuhkan anggota BNN Jawa Timur saat itu adalah otak intelektual penyelundupan narkoba jenis sabu dari Malaysia melalui Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang kemudian dibawa ke Jawa Timur menggunakan kapal feri tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (net/hp)

BNN Tembak Pengedar Narkoba

Posting Terkait